Di Atas Papan Hitam Putih: Memaknai Kehidupan melalui Filosofi Catur - FloresPos Net

Di Atas Papan Hitam Putih: Memaknai Kehidupan melalui Filosofi Catur

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Mario Oktavianus Magul

BOBBY Fischer, seorang grandmaster catur dunia berkebangsaan Amerika Serikat, pernah berkata, “Chess is life”. Catur adalah kehidupan.

Sepenggal kalimat yang kerap disebut sebagai quotes ini sesungguhnya membawa ambiguitas makna yang dapat ditafsirkan secara berbeda oleh setiap orang yang membaca dan mendengarnya.

Pasalnya, bagi mereka yang tidak pernah bersentuhan dengan dunia percaturan, penggalan quotes tersebut mungkin terdengar sederhana, minimalis, dan biasa-biasa saja. Kalimat itu seolah tidak memiliki nilai lebih, selain sebagai rangkaian kata yang membentuk sebuah kalimat deklaratif sederhana.

Namun, pemahaman semacam itu sejatinya tidak lagi dimiliki oleh mereka yang telah “jatuh cinta” pada permainan catur. Bagi para pecinta catur, kutipan “chess is life” bukanlah sekadar konstruksi verbal semata, melainkan sebuah proposisi yang sarat makna.

Baca Juga :  Investasi Manusiawi melalui Gerakan Orang Tua Peduli Anak Usia Dini (sisipan untuk GOP AUD Keuskupan Agung Ende)

Lantas, tidak mengherankan, apabila dalam setiap kompetisi, para pecatur selalu berusaha mempertahankan dan memperjuangkan “kehidupan” bidak-bidak yang berada di atas papan caturnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa catur tidak hanya dapat dipahami sebagai permainan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan itu sendiri – yang seyogianya patut diperjuangkan dan dimaknai secara serius.

Ironisnya, dewasa ini catur kerap dipandang hanya sebagai sebuah permainan klasik yang ketinggalan zaman. Di tengah gempuran permainan modern, seperti Mobile Legend, Free Fire, PUBG, dan pelbagai permainan digital lainnya, catur perlahan mulai kehilangan ruang.

Baca Juga :  Fairkah, Kejaksaan Hanya Tersangkakan HS dan IS?

Permainan ini acapkali baru dimainkan ketika jaringan internet sedang bermasalah, atau ketika seorang sudah merasa jenuh dengan hiruk-pikuk dunia gawai modern.

Akibatnya, catur kerap direduksi menjadi sekadar permainan pelarian untuk mengisi waktu luang. Padahal, apabila kita mencermati secara lebih saksama, permainan catur juga tidak kalah menarik dibandingkan dengan permainan modern.

Selain karena ia mampu menciptakan ruang kompetitif di antara dua pemain, catur juga menyimpan pelajaran hidup yang kompleks dan mendalam. Di atas papan hitam putih yang terdiri atas 64 kotak, manusia diajak untuk belajar perihal pentingnya pilihan, kesabaran, dan peran.

Berita Terkait

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan
Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Berita ini 291 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:45 WITA

Jangan Persulit Administrasi Calon Pekerja Migran di Tingkat Desa dan Kelurahan

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Berita Terbaru