Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional - FloresPos Net

Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Anselmus Dore Woho Atasoge

HARI Anak Nasional diperingati setiap 23 Juli. Ia bukan sekadar seremoni tahunan. Bukan pula rutinitas yang terus berulang.

Di balik perayaannya, ada makna yang lebih dalam. Sering kali makna itu luput dari perhatian. Anak-anak bukan hanya pelengkap dunia dewasa. Mereka adalah amanah ilahi. Titipan suci yang menggambarkan masa depan bangsa. Dalam perspektif sosiologi agama, anak adalah pewaris nilai dan iman.

Di momen peringatan ini, bolehlah kita berhenti sejenak dan bertanya: sudahkah kita memperlakukan anak-anak sebagai cahaya kehidupan dan bukan sekadar penghias data statistikal?

Dalam tradisi keagamaan yang berakar kuat di Nusantara, anak senantiasa dipandang sebagai berkah dan lambang harapan. Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan berbagai kepercayaan lokal menempatkan anak dalam posisi sakral sebagai manifestasi kasih Tuhan, benih peradaban, dan penjaga kelestarian nilai-nilai luhur.

Baca Juga :  Semana Santa, Gelombang Modernitas dan Kohesi Sosial

Namun, dalam kenyataan sosiologis yang berlangsung di Indonesia dewasa ini, anak-anak justru kerap menjadi korban dari sistem yang rapuh: eksploitasi anak, pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, hingga kelalaian struktural dalam pendidikan dan layanan kesehatan.

Dalam kenyataan sosial Indonesia hari ini, anak-anak kerap menjadi korban dari sistem yang tak ramah jiwa. Di pasar-pasar tradisional, tambang rakyat, dan industri rumah tangga, mereka bekerja di usia belia, menggantikan jam bermain dengan beban ekonomi keluarga yang tak mereka pilih.

Di wilayah-wilayah tertentu, anak perempuan dinikahkan sebelum waktunya, diputus dari mimpi, pendidikan, dan tubuhnya sendiri yang belum siap.

Baca Juga :  Guru SMK Syuradikara Pimpin Pertandingan Pro Futsal League di GOR Tangerang

Sementara itu, anak-anak di wilayah 3T tumbuh dalam keterbatasan pendidikan dan minimnya layanan kesehatan, tak pernah mengenal imunisasi penuh atau ruang belajar yang layak. Dalam sunyi dan ketertinggalan, masa kanak-kanak mereka tercuri.

Realitas ini adalah panggilan nurani bahwa perlindungan terhadap anak bukan sekadar urusan hukum, melainkan komitmen spiritual masyarakat yang bertanggung jawab untuk memanusiakan mereka sepenuhnya.

Paradoks ini memperlihatkan jurang antara visi spiritual dan kenyataan sosial. Anak yang seharusnya dipandang sebagai subjek pewahyuan Tuhan yang memperlihatkan kasih, kejujuran, dan keindahan jiwa manusia malah diperlakukan sebagai objek dalam proyek politik dan ekonomi. Kebijakan sering dibuat untuk anak, tapi jarang melibatkan suara anak.

Berita Terkait

Pemain Perseftim U-17 Panen dan Makan Semangka di Kebun Irigasi Tetes di Maumere
Weekend Sekami–‘Anak-anak Menjadi Pelopor Perlindungan’
Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram
Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia
PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar
Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC
Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara
Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:37 WITA

Pemain Perseftim U-17 Panen dan Makan Semangka di Kebun Irigasi Tetes di Maumere

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:20 WITA

Weekend Sekami–‘Anak-anak Menjadi Pelopor Perlindungan’

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:08 WITA

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:30 WITA

Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:16 WITA

PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Weekend Sekami–‘Anak-anak Menjadi Pelopor Perlindungan’

Senin, 3 Agu 2026 - 20:20 WITA

Nusa Bunga

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agu 2026 - 14:08 WITA