Oleh karena itu, Hari Anak Nasional bukan hanya tentang anak, tetapi juga tentang dewasa yang peduli pada pertumbuhan jiwa yang jernih dan luhur.
Merayakan Hari Anak Nasional di Indonesia adalah panggilan untuk kembali kepada akar kemanusiaan yang spiritual. Ia bukan soal perayaan, tetapi soal kesadaran bahwa anak adalah cahaya Tuhan dalam dunia yang gelap.
Dalam dunia yang terpolarisasi oleh kepentingan, anak mengingatkan kita tentang kesatuan, kasih, dan kesederhanaan. Dan barangkali, masa depan Indonesia tidak terletak pada kekuatan ekonomi atau politik, tetapi pada kualitas rohani anak-anak yang kita besarkan hari ini.*
Penulis, adalah Staf Pengajar pada Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende









