Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional - FloresPos Net - Page 2

Dari Rumah Iman ke Jalan Publik: Misi Spiritual Hari Anak Nasional

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosiologi agama mengajarkan bahwa anak bukan sekadar angka statistik atau instrumen demografi, tetapi cerminan dari spiritualitas masyarakat. Ketika spiritualitas luntur, anak kehilangan tempatnya dalam kesadaran kolektif.

Martabat anak, menurut pendekatan religius, bukan hanya soal hak-hak legal, tetapi menyangkut dimensi ontologis. Anak adalah ciptaan yang terhubung langsung dengan sumber kebaikan, dengan Tuhan yang Maha Hidup. Maka, pendidikan anak bukan sekadar proses akademik, tapi juga pembentukan jiwa agar terhubung dengan nilai-nilai transenden.

Di sinilah pentingnya komunitas iman (keluarga, sekolah, dan masyarakat) untuk membangun ekosistem spiritual tempat anak belajar mencintai, berpikir kritis, dan merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya.

Sayangnya, arus zaman menunjukkan bahwa spiritualitas anak kini tergeser oleh hegemoni konsumsi, citra diri semu, dan nilai-nilai kompetitif yang tak ramah jiwa. Anak-anak dibentuk lebih sebagai mesin produktif daripada pribadi yang berkembang secara utuh.

Baca Juga :  Hermien Kleden dan Etika Keheningan dalam Jurnalisme

Dalam konteks ini, Hari Anak Nasional perlu menjadi seruan peradaban: apakah kita tengah membesarkan anak-anak untuk menjadi manusia yang bijak dan berbelarasa, atau sekadar agen ekonomi dalam dunia yang kehilangan roh?

Sosiologi agama juga memperlihatkan bahwa masyarakat yang memuliakan anak adalah masyarakat yang mengintegrasikan iman dengan kebijakan sosial.

Artinya, melindungi anak tidak hanya tugas lembaga formal, tetapi kewajiban spiritual setiap individu dalam masyarakat. Ketika nilai-nilai religius diterjemahkan ke dalam sistem pendidikan, perlindungan hukum, media, dan budaya populer, maka anak akan tumbuh dalam keseimbangan antara jasmani dan rohani.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Andreas Pareira Minta Penyidik Militer Ungkap Kasus Prada Lucky secara Terbuka

Dalam kerangka Indonesia sebagai bangsa yang religius, Hari Anak Nasional dapat menjadi momen afirmatif untuk menegaskan kembali semangat keagamaan dalam perlindungan anak.

Gereja, masjid, pura, dan vihara harus menjadi tempat di mana anak merasa aman, dicintai, dan diberi ruang untuk bertumbuh. Lebih dari itu, mereka harus jadi pusat pengajaran nilai-nilai luhur tentang hidup, cinta, pengorbanan, dan kemanusiaan.

Membangun spiritualitas anak juga berarti membangun spiritualitas orang dewasa. Sebab, anak belajar dari contoh. Ketika orang tua dan pemimpin masyarakat hidup dalam kejujuran, pengampunan, dan doa, maka anak akan menyerap nilai-nilai tersebut secara alami.

Berita Terkait

Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Kehilangan Kendali, Minibus Masuk Jurang, Satu Penumpang Meninggal Dunia
Verifikasi Faktual 4.026 Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores, Sudah Rampung
Arton Togo Siap Jadi Kades–‘Aeramo Butuh Kades yang Jujur dan Transparan’
Wabup Sikka Kunjungi Smandu Maumere, Lihat Kondisi Bangunan Rusak dan Rencana Rehabilitasi
LNBM-In Flores Kucurkan Dana Rp 1,3 M untuk 8 KTH Pengembangan Usaha Bisnis dan Jasa Wisata
Bentuk Karakter Berintegritas, Uniflor Gelar Diklat Kepemimpinan Tingkat Dasar bagi Mahasiswa
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:40 WITA

Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 

Jumat, 25 September 2026 - 21:34 WITA

Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa

Jumat, 25 September 2026 - 21:28 WITA

Kehilangan Kendali, Minibus Masuk Jurang, Satu Penumpang Meninggal Dunia

Jumat, 25 September 2026 - 19:41 WITA

Verifikasi Faktual 4.026 Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores, Sudah Rampung

Jumat, 25 September 2026 - 19:17 WITA

Arton Togo Siap Jadi Kades–‘Aeramo Butuh Kades yang Jujur dan Transparan’

Berita Terbaru

Wabup Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu (kanan) terimapejabat Kemenko Pangan di Bajawa, Kamis (24/9/2026).

Nusa Bunga

Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 

Jumat, 25 Sep 2026 - 21:40 WITA