Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga - FloresPos Net

Pembangunan Vila di Wairterang, Lokasinya Dahulu Kebun Warga

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Pembangunan vila milik pengusaha asal Surabaya di pesisir pantai Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka berada di atas lahan yang dahulunya merupakan kebun warga.

Lokasi lahan seluas sekitar seperempat hektare tersebut ditanami jagung dan tanaman jambu mete serta aneka tanaman lain yang tumbuh seperti pohon sukun, lamtoro dan lainnya.

“Lahan itu merupakan kebun kami. Kami biasa tanam jagung dan merupakan kebun mete.Itu lahan kakek saya,” sebut Maria Yosefa Agnes Lado, cucu dari almarhum Yopi Parera selaku pemilik tanah.

Saat ditemui di rumahnya, Kamis (18/6/2026) Maria menegaskan, tanah tersebut sudah bersertifikat sehingga ketika ada pengusaha yang ingin membelinya maka tanah tersebut pun dijual.

Ia mengatakan lahan milik kakeknya yang dibeli tersebut memang berbatasan dengan pantai namun merupakan milik sah dan ada sertifikatnya setelah dilakukan pengukuran oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  PT. Krisrama Perlu Melaksanakan Perintah Dalam SK HGU

“Lahan tersebut milik kakek saya dan sudah dijual.Surat sertifikat tanahnya ada sehingga pengusaha mau membelinya. Lokasinya pun bukan hutan bakau sebab kami sering tanam jagung saat musim hujan,” ungkapnya.

Maria membantah bahwa lahannya merupakan areal hutan bakau seperti disampaikan banyak orang dan mengakui bahwa di sebelah barat lahan mereka ada muara dan ada tumbuh beberapa pohon bakau.

Namun ia menegaskan areal pesisir pantai bukan merupakan hutan bakau apalagi ada penanaman bakau di sekitarnya karena ada beberapa vila atau penginapan di sebelah timur dan baratnya.

“Di situ bukan daerah bakau,daerah bakaunya di sebelah barat sebab ada muara dan bakaunya tumbuh sendiri.Kalau hutan bakau tentu banyak bakau disana. Tapi di kebun kami memang tidak ada bakau,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelaku UMKM Bahagia Bisa Ikut WNF 2025

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Wairterang, Ferdinandus Parera juga mengatakan hal serupa dan menegaskan di pesisir pantai dekat lokasi pembangunan vila dan rencana pembangunan galangan kapal bukan areal hutan bakau.

Ferdinandus mengakui, proses jual beli tanah juga melibatkan pemerintah desa dan sebagai warga yang tinggal di Wairterang dirinya sangat mengetahui lokasi lahan yang dibangun vila dan rencana pembangunan galangan kapal.

“Lokasi pembangunan vila merupakan tanah milik warga dan bersertifikat. Sementara lahan di sebelah timur yang akan dibangun galangan kapal juga sudah bersertifikat dan bukan hutan bakau,” ungkapnya. *

Penulis : Ebed de Rosary

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram
Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia
PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar
Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC
Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara
Kapten NVBC Sebut Soekarno Cup 1 jadi Pemicu Bangkitnya Turnamen Voli di Ende
Lape Cup III, Merpati FC Towak Tembus Final
Program MBG Belum Memberikan Dampak Siginifikan Bagi Petani di Daerah
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:08 WITA

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:30 WITA

Kantongi Izinan dari Kementerian, PT Alam Permai Indonesia Rekrut Perempuan NTT Jadi PMI legal Bekerja di Malaysia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:16 WITA

PMH Adat dan Budaya Amanuban Tegaskan Informasi Pemberian Gelar Raja Kepada Jokowi Tidak Benar

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:08 WITA

Bhayangkara Presisi Singkirkan Putra Nangapanda, GP VBC Hentikan Langkah History VBC

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:37 WITA

Parekraf Manggarai Timur Beri Pelatihan Bagi Pengurus Pokdarwis Savana Tanjung Bendahara

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Harga Cabe Rawit di Manggarai Barat 70 Ribu Per Kilogram

Senin, 3 Agu 2026 - 14:08 WITA