Pelaku UMKM Bahagia Bisa Ikut WNF 2025 - FloresPos Net

Pelaku UMKM Bahagia Bisa Ikut WNF 2025

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yoseph Bheo

Yoseph Bheo

BAJAWA, FLORESPOS.net-Wolobobo Ngada Festival ( WNF) 2025 yang berlangsung selama tiga hari yakni sejak tanggal 7 hingga 9 Agustus 2025 telah usai.

Festival yang mengusung tema Kopi, Bambu dan Tenun diikuti para pelaku UMKM.

Dua pelaku UMKM dengan jenis usaha yang berbeda ketika ditemui Florespos.net pada malam penutupan festival tersebut, Sabtu (9/8-2025) masing-masing Patrick Obaria dan Yoseph Bheo mengungkapkan kegembiraan mereka karena dapat mengambil bagian dalam kegiatan festival tersebut.

Patrick Obaria yang menekuni UMKM di bidang ukiran kayu mengatakan,  UMKM yang diberi nama CJ Craf  yakni nama depan kedua anaknya merupakan usaha kerajinan dengan berbahan kayu di mana dipoles dengan sentuhan alamiah sehingga serat kayu dapat terlihat indah.

Hasilnya sangat nyentrik dan terbuat dari kayu lokal yang berkelas seperti jati putih dan jati merah.

Jenis ukiran disesuaikan dengan permintaan konsumen baik model maupun ukuran.

Hasil kerajinan yang paling kecil adalah gantungan kunci hingga logo tempat usaha, jam dinding maupun maupun ukiran lainnya.

Patrick Obaria

Usaha kerajinan yang telah digeluti selama 7 tahun menurutnya berangkat dari keterbatasan penghasilan sementara dirinya mempunyai bakat sehingga membaca peluang untuk mengembangkannya.

Baca Juga :  Cegah Kerusakan Lingkungan, Balai Besar KSDA NTT Bentuk Bank Sampah di Riung

Kegiatan Wolobobo Ngada Festival yang diikutinya berharap pemerintah dapat lebih banyak membuat event yang tentunya juga akan semakin banyak kesempatan dirinya maupun pelaku UMK lainnya mempromosikan potensi lokal yang ada, baik secara lokal, nasional bahkan internasional.

Brand Kabupaten Ngada dengan bambu, tenun dan kopi dapat berimbas pula pada usaha kecil lainnya seperti yang digelutinya.

Pemerintah Kabupaten Ngada sejauh ini menurutnya sungguh luar biasa memberikan dukungan kepada UMKM untuk terus berkelanjutan dalam pengembangan usaha.

Dirinya mengajak kalangan muda untuk dapat mencari penghasilan lain selain pengetahuan yang terlebih dahulu ada namun dapat berkreasi di bidang lain sesuai keterampilan untuk memperoleh peningkatan ekonomi diri maupun keluarga.

Usaha kerajinannya masih bersifat rumahan atau home industri yang beralamat di Bobou, Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Hal senada diungkapkan Yosep Bheo, pelaku UMKM yang berusaha di bidang pakaian adat Bajawa beserta aksesoris adat Ngada.

Bersama istrinya Mama Maria Dhiu, Yosep Bheo mengatakan, usaha yang digeluti bersama istri sudah lebih dari 30 tahun. Satu hal yang sungguh membahagiakan yakni baru pertama kali mengikuti Festival di mana dirinya berkesempatan untuk memperkenalkan produk UMKM yang dijualnya.

Baca Juga :  Tim Ekspedisi Patriot ITB Rancang Masa Depan Komoditas Unggulan di Kabupaten Ngada

Setelah berhenti menjual Sembako di Pasar Bajawa bersama istrinya, Yoseph berjualan pakaian adat dan aksesoris adat di rumah mereka yakni di Lekosoro, Kelurahan Lebijaga, Bajawa.

Baginya penyelenggaraan Festival tersebut terlalu cepat selesai, namun dirinya bahagia dan bersyukur karena selama ini mereka hanya berusaha di rumah namun setelah kegiatan ini telah banyak yang mengenal usahanya.

“Dapat uang banyak soal kedua, tetapi yang paling penting adalah orang sudah mengenal usaha yang saya jalani,” ungkapnya.

Selama kegiatan memang barang yang laris adalah aksesoris adat seperti tas adat maupun asesoris lainnya pelengkap pakaian adat.

“Kami mengharapkan kegiatan seperti ini terus dilakukan. Sampai kapanpun kami siap hadir kalau pemerintah undang,” ungkap Mama Maria Dhiu.

UMKM yang disediakan merupakan barang-barang yang dibeli dan dijual lagi juga merupakan barang-barang yang dibuat sendiri seperti asesoris adat juga rajutan.*

Penulis : wim de Rozari

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

KSP Kopdit Obor Mas Peduli Gempa Flores, Alokasikan Dana Rp200 Juta untuk 4 Wilayah
Kuasa Hukum Mayella da Cunha Laporkan Dua Kasus ke Polres Sikka
Polres Ende Dirikan Tenda Darurat Demi Kelancaran Belajar Siswa SDK Pu’ubheto
PDI Perjuangan NTT Dorong Pemerintah Melakukan Pemulihan Infrastruktur Dampak Gempa Flores
Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil
BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa
Dekatkan Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan di Kawasan Terdampak Gempa Flores, PDIP Siagakan Rumah Sakit Apung di Pelabuhan Kedindi Reok
SMAK Syuradikara dan INTI Ende Kirim Dua Siswa Kuliah di Nantong University China
Berita ini 138 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:23 WITA

KSP Kopdit Obor Mas Peduli Gempa Flores, Alokasikan Dana Rp200 Juta untuk 4 Wilayah

Senin, 7 September 2026 - 21:12 WITA

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Laporkan Dua Kasus ke Polres Sikka

Senin, 7 September 2026 - 17:25 WITA

Polres Ende Dirikan Tenda Darurat Demi Kelancaran Belajar Siswa SDK Pu’ubheto

Sabtu, 5 September 2026 - 19:12 WITA

Andi Opa Gaul, YPCI dan Forum Pemuda NTT Disalurkan Bantuan Gempa, Jangkau Wilayah Terpencil

Sabtu, 5 September 2026 - 18:36 WITA

BPBD Ngada Sebut 82,26 Persen Paket Bantuan Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kuasa Hukum Mayella da Cunha Laporkan Dua Kasus ke Polres Sikka

Senin, 7 Sep 2026 - 21:12 WITA