BAJAWA, FLORESPOS.net-Tim Ekspedisi Patriot (TEP) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) telah memulai misi pentingnya di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim TEP ITB bersama pemerintah merancang strategi pengembangan komoditas unggulan dari hulu ke hilir.
“Ini adalah fondasi yang sangat penting bagi proses hilirisasi dan peta jalan investasi pada tahap berikutnya”.
Demikian Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., selaku Ketua Tim Ekspedisi Patriot, Lokus Bajawa Output yang menghubungi Florespos.net per telepon ,Senin (8/9/2025).
Prof Endah menjelaskan, Tim TEP dari ITB telah memulai misi pentingnya di Kabupaten Ngada.
Menurutnya penugasan ini merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi di wilayah transmigrasi, yang diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pembangunan daerah dan nasional.
Dijelaskan Tim telah melaksanakan kegiatan dan disambut langsung oleh Bupati Ngada Raymundus Bena yang menandai dimulainya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah.
Tim TEP ITB yang tiba pada 31 Agustus 2025 langsung mengikuti apel kesiapan di Kantor Bupati Ngada pada tanggal 1 September 2025. Tim ini terbagi menjadi dua kelompok dengan fokus tugas yang berbeda namun saling melengkapi.
Tim pertama, Output 1, yang dipimpin oleh Dr. Getbogi Hikmawan, bertugas melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan transmigrasi.
Sementara tim kedua, Output 2, yang dipimpin oleh Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., memiliki misi khusus: Desain Pengembangan Komoditas Unggulan Spesifik.
Dijelaskannya bahwa dalam pertemuan koordinasi bersama Bupati Ngada, Sekda, para Asisten, para Kepala Dinas dan para Camat lokasi target, Prof. Endah Sulistyawati menyampaikan peran timnya.
Tim TEP ITB akan berada di Bajawa hingga Desember 2025, untuk menjalankan rangkaian kegiatan yang komprehensif, mulai dari identifikasi, pemetaan, hingga pengembangan komoditas unggulan daerah.
Tim Output 2 beranggotakan Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D. (Ketua Tim), Alfiandi Pedro Situmorang Analia M De C Rangga, S.T., M.T., Muhammad Anas Dzul Afkar Wal Asror, S.T., dan Yosua Kevin Siahaan, S.T..
Seluruh anggota tim akan berkolaborasi secara intensif hingga Desember 2025 dalam menjalankan rangkaian kegiatan mulai dari identifikasi, pemetaan, hingga perumusan strategi pengembangan komoditas unggulan daerah
Rangkaian kegiatan tim Output 2 dirancang dalam beberapa tahapan strategis yang diawali dengan survei dan pemetaan komoditas di lapangan.
Tahapan awal dimulai dengan pelaksanaan survei pendahuluan serta pemetaan lapangan, yang difokuskan pada tiga kecamatan utama di Kabupaten Ngada, yaitu Kecamatan Bajawa Utara, Kecamatan Riung Barat, dan Kecamatan Aimere.
Sebagai langkah awal, tim telah melakukan kunjungan singkat ke ketiga lokasi tersebut guna mengidentifikasi kondisi terkini sekaligus menjalin komunikasi awal dengan perangkat desa maupun masyarakat setempat.
Dari hasil observasi awal, tim memperoleh temuan yang cukup signifikan terkait potensi komoditas lokal. Beberapa tanaman perkebunan yang menonjol dan berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut adalah kemiri, cengkeh, dan kakao (coklat).
Komoditas tersebut dipandang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, baik dalam skala lokal maupun regional, serta berpotensi mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat transmigrasi apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Namun demikian, temuan ini masih bersifat indikatif dan perlu diverifikasi lebih mendalam. Oleh karena itu, tim merencanakan untuk melakukan survei lanjutan dalam beberapa minggu mendatang dengan melibatkan wawancara serta diskusi langsung bersama para petani dan pemangku kepentingan lokal.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih detail mengenai produktivitas, tantangan pengelolaan, serta peluang pengembangan dari masing-masing komoditas yang telah teridentifikasi.
Hasil dari survei lapangan mendalam tersebut nantinya akan menjadi pijakan utama dalam merumuskan kajian lanjutan dan strategi pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Kabupaten Ngada.
Dengan landasan data yang lebih komprehensif, diharapkan setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat selaras dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Ngada, diharapkan program ini dapat menjadi katalisator bagi transformasi ekonomi di kawasan transmigrasi.
Kehadiran TEP ITB diharapkan tidak hanya mengidentifikasi strategi meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi model sukses dalam mendukung kebijakan nasional untuk penguatan ekonomi daerah dan pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.*
Penulis : Wim de Rozari
Editor : Anton Harus










