BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif - FloresPos Net

BPOLBF Dorong Pemda Flores Kembangkan Destinasi Alternatif

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 11:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M. T. Marpaung,

Plt. Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M. T. Marpaung,

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) se-daratan Flores khususnya, supaya mengembangkan destinasi pariwisata alternatif. Hal itu mengingat Flores termasuk nusa rawan gempa bumi, gunung berapi.

Plt. Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M. T. Marpaung, M. T. mengatakan itu menanggapi media di Labuan Bajo baru-baru ini.. Ia diantaranya ditemani Kepala Devisi Publik BPOLBF, Sisilia Jenita Jemana.

Di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), misalnya, kata Marpaung, destinasi alternatif yang mesti diurus baik antara lain Pulau Kelor, dan Pulau Kukusan, serta Batu Cermin.

Hal itu di antaranya untuk mengantisipasi kalau berwisata ke Taman Nasional Komodo (TNK) terganggu akibat terdampak gempa bumi, seperti gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu atau karena force majeure (kejadian luar biasa) lainnya.

Baca Juga :  Pemdes Siru Bagikan Bantuan Ternak Babi Kepada 12 Kepala Keluarga

Begitupun terdampak letusan gunung berapi, seperti yang terjadi di Kabupaten Flores Timur (Flotim) selama ini, yaitu erupsi Gunung Lewotobi, dan erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata belakangan.

Hal-hal seperti ini juga semestinya perlu diantipasi oleh Pemda se-Flores-Lembata dengan mengembangkan destinasi pariwisata alternatif, kata Marpaung.

Namun, masih Marpaung, pariwisata di Flores kini sudah normal pasca gempa Flores yang terjadi pada pertengahan Agustus 2026 lalu.

Letusan Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi belakangan juga tidak membuat wisatawan tidak datang ke Flores. Pariwisata tetap berjalan normal, ungkapnya.

Jemana pada kesempatan yang sama menambahkan, bahwa wilayah kewenangan BPOLBF di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meliputi Kabupaten Alor dan Lembata serta 8 kabupaten di Pulau Flores, yaitu Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga :  APBD Perubahan Batal Ditetapkan, Pemkab Manggarai Barat "Mengadu" ke Pempus

Sedangkan kewenangan BPOLBF di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cuma mencakupi dua kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambur. Kantor pusat BPOLBF di Labuan Bajo ibu kota Mabar, katanya.

Diketahui, ujung barat Pulau Flores adalah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dan ujung timur Flores yakni Kabupaten Flores Timur (Flotim). Flores bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sebutan bahwa Flores berada di jalur lingkaran cincin api (ring of fire) berarti Pulau Flores terletak di zona geologis yang sangat aktif, menjadikannya pusat konsentrasi gunung berapi aktif dan wilayah yang sangat rawan gempa bumi. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’
Diving di Teluk Maumere, Tiga Penyelam WNA Belum Ditemukan Satu Lainnya Selamat
Rayakan HUT ke-25, Stipas KAK Gelar Futsal dan Bola Voly
Kodim Sikka Kebut Pengerjaan Jembatan Gantung dan Beton Sebelum Musim Hujan Tiba
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:10 WITA

Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:56 WITA

Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’

Berita Terbaru