LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) se-daratan Flores khususnya, supaya mengembangkan destinasi pariwisata alternatif. Hal itu mengingat Flores termasuk nusa rawan gempa bumi, gunung berapi.
Plt. Direktur Utama (Dirut) Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Andhy M. T. Marpaung, M. T. mengatakan itu menanggapi media di Labuan Bajo baru-baru ini.. Ia diantaranya ditemani Kepala Devisi Publik BPOLBF, Sisilia Jenita Jemana.
Di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), misalnya, kata Marpaung, destinasi alternatif yang mesti diurus baik antara lain Pulau Kelor, dan Pulau Kukusan, serta Batu Cermin.
Hal itu di antaranya untuk mengantisipasi kalau berwisata ke Taman Nasional Komodo (TNK) terganggu akibat terdampak gempa bumi, seperti gempa mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu atau karena force majeure (kejadian luar biasa) lainnya.
Begitupun terdampak letusan gunung berapi, seperti yang terjadi di Kabupaten Flores Timur (Flotim) selama ini, yaitu erupsi Gunung Lewotobi, dan erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata belakangan.
Hal-hal seperti ini juga semestinya perlu diantipasi oleh Pemda se-Flores-Lembata dengan mengembangkan destinasi pariwisata alternatif, kata Marpaung.
Namun, masih Marpaung, pariwisata di Flores kini sudah normal pasca gempa Flores yang terjadi pada pertengahan Agustus 2026 lalu.
Letusan Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi belakangan juga tidak membuat wisatawan tidak datang ke Flores. Pariwisata tetap berjalan normal, ungkapnya.
Jemana pada kesempatan yang sama menambahkan, bahwa wilayah kewenangan BPOLBF di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meliputi Kabupaten Alor dan Lembata serta 8 kabupaten di Pulau Flores, yaitu Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat.
Sedangkan kewenangan BPOLBF di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) cuma mencakupi dua kecamatan di Kabupaten Bima, yakni Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambur. Kantor pusat BPOLBF di Labuan Bajo ibu kota Mabar, katanya.
Diketahui, ujung barat Pulau Flores adalah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), dan ujung timur Flores yakni Kabupaten Flores Timur (Flotim). Flores bagian dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Sebutan bahwa Flores berada di jalur lingkaran cincin api (ring of fire) berarti Pulau Flores terletak di zona geologis yang sangat aktif, menjadikannya pusat konsentrasi gunung berapi aktif dan wilayah yang sangat rawan gempa bumi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










