ENDE, FLORESPOS.net-Kondisi ketersediaan komoditas pangan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada tahun 2022 lalu sebesar 87,95 persen. Kondisi ini tentu belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Ende.
Data diterima Florespos.net, dari Dinas Ketahanan Pangan pada tahun 2022 Kabupaten Ende masih mendapatkan pasokan pangan dari luar.
Pasokan pangan itu antara lain beras, kacang hijau, kacang tanah, kedelai, sorgum serta jenis pangan lainnya.
“Secara persentase pada tahun 2022 lalu Ende masih butuh pangan dari luar. Kita masih butuh pangan sekitar 12,05 persen”.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ende, Mathilda Gaudensia Ilmoe kepada wartawan, Jumat (6/5/2023) lalu.
Mathilda mengatakan bahwa Ende masih butuh pangan dari luar karena ada beberapa kecamatan dan desa di Ende masuk dalam kategori daerah rawan pangan baik ringan, sedang dan berat.
Berdasarkan indeks kerawanan pangan dari 21 kecamatan di Kabupaten Ende ada enam Kecamatan masuk dalam kategori rawan pangan berat.
Enam kecamatan itu antara lain Kecamatan Pulau Ende, Ende Selatan, Ende Timur, Ende Tengah dan Ndona. Enam kecamatan itu masuk dalam kategori rawan pangan berat karena tidak ada lahan pertanian.
Meskipun masuk dalam kategori rawan pangan berat tetapi tidak berdampak pada pada kehidupan sehari – hari penduduknya karena masih ada akses atau lahan penghasilan lain untuk hidup.
“Wilayah ini masuk kategori rawan pangan berat karena tidak ada lahan tani. Penduduknya masih bisa makan sehari- hari karena lahan hidup atau akses lainnya masih ada. Untuk kebutuhan pangan biasanya dibeli dari wilayah lain,” katanya.
Mathilda mengatakan kecamatan yang masuk rawan pangan sedang yaitu Kecamatan Ende, Ndori. Dua kecamatan ini tidak memiliki lahan pertanian yang luas tetapi masih memiliki perkebunan dan kelautan.
Wilayah kecamatan yang masuk dalam kategori rawan pangan ringan yaitu Kecamatan Nangapanda, Wolojita, Wolowaru dan Lio Timur.
Sedangkan Kecamatan Maukaro, Ndona Timur, Detusoko, Wewaria, Maurole, Detukeli, Kotabaru dan Kecamatan Kelimutu tidak masuk dalam kategori daerah rawan pangan.
Wilayah ini memiliki semua pangan komoditi seperti padi sawah, padi ladang, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang panjang, kacang hijau, kedelai bahakan sorgum.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan mengatakan jika dipetakan dalam desa maka sebanyak 71 desa dan kelurahan di Ende masuk rawan pangan berat, 46 desa rawan sedang, 30 desa rawan ringan dan 131 desa masuk dalam kategori tidak rawan.
Mathilda mengatakan bahwa indikator untuk menentukan wilayah tersebut rawan ringan, sedang dan berat yaitu luas lahan tanam, luas panen, produksi dan produktvitas.
Data ini diterima dari Dinas Pertanian Kabupaten Ende pada tahun 2022.*
Penulis: Willy Aran/Editor: Wentho Eliando










