ENDE, FLORESPOS.net-DPRD Ende meminta manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kelimutu Ende memberikan data jumlah pegawai di perusahaan tersebut dalam kurun waktu empat tahun terakhir yaitu sejak tahun 2023 – 2026.
Permintaan tersebut disampaikan oleh DPRD Ende saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ende bersama Perumda, Bank NTT Cabang Ende dan PT SGI di ruang gabungan komisi Lembaga DPRD Ende, Kamis (25/6/2026) siang.
Rapat Banggar dipimpin oleh Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso dihadiri Wakil Ketua DPRD Ende, Yanus Waro dan Agustinus Wadhi serta beberapa anggota DPRD Ende.
Rapat ini dihadiri Asisten II Setda Ende, Martinus Satban, Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Filomena Irene Ipi, Direktur Perumda Ende, Heri Gani, Kepala Bank NTT, Edy Suryantha dan perwakilan dari PT SGI.
Dalam rapat tersebut, DPRD Ende menyoroti perekrutan pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kelimutu Ende dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
DPRD Ende meminta agar manajemen perusahaan daerah memberikan data jumlah pegawai yang bekerja di perusahaan milik daerah itu sejak tahun 2023, 2024, 2025 dan 2026.
DPRD Ende meminta data ini dengan tujuan untuk melakukan pengawasan terkait dengan sumber daya manusia atau pegawai yang bekerja di perusahaan itu karena akan berdampak pada pelayanan dan pendapatan dari perusahaan tersebut.
“Kita mau lihat penambahan pegawai pada setiap tahun mulai dari tahun 2023, 2024, 2025, 2026. Kita lihat setiap tahun itu penambahan pegawainya berapa banyak dan latar belakang pendidikan masing – masing misalnya sarjana atau SMA”.
Data jumlah pegawai ini mesti diberikan agar lembaga DPRD Ende bisa mengetahui kondisi sumber daya manusia yang ada di perusahaan ini dikaitkan dengan pelayanan dan pendapatan di perusahaan itu.
Direktur PDAM Ende yang sekarang berubah nomenklatur jadi Perumda Ende, Heribertus Gani menyampaikan terima kasih kepada DPRD Ende yang telah mengundang pihaknya dalam rapat tersebut.
“Terima kasih kepada lembaga yang telah mengundang kami untuk memberikan klarifikasi tentang neraca keuangan daerah yang salah satu kontributornya adalah Perumda karena terkait dengan penyertaan modal”.
Penyertaan modal dari pemerintah daerah ke PDAM Ende terakhir pada tahun 2015 sebesar Rp 3,5 miliar. Sempat diwacanakan bahkan mengerucut di tahun di tahun 2025 namun tidak berakhir dengan keputusan politik.
Pada kesempatan tersebut sebelum memberikan jawaban atas permintaan DPRD Ende, Direktur PDAM Ende meminta lembaga wakil rakyat turut melihat persoalan krusial di Perumda.
Dikatakannya bahwa saat ini Perumda sedang melakukan pembenahan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dan sedang berbenah sebagai sebuah perusahaan.
Terkait dengan data jumlah pegawai yang diminta oleh DPRD Ende pada empat tahun terakhir, kata Heri Gani, pihaknya siap menyajikan data tersebut.
“Permintaan ini kami siap untuk sajikan dalam waktu satu dua hari kedepan”.
Heri Gani juga menyampaikan pada setiap tahun Perumda Ende selalu dievaluasi oleh BPKP. Dari hasil evaluasi kinerja dari aspek SDM Perumda mendapat nilai relatif sangat tinggi yaitu lima artinya pegawai dan pelanggan masih sangat ideal.
Ia mengatakan di tahun 2025 dan 2026 dirinya sebagai direktur dalam kewenangan mengangkat satu pegawai yang menduduki jabatan Kepala Bagian Teknik.
“Sementara yang lain seperti yang diberitakan di media sosial itu benar karena pegawai di Perumda pada beberapa waktu terakhir sudah ada tiga pegawai yang pensiun maka saya sedang mempersiapkan kurang lebih enam orang calon pegawai dengan status magang. Hal ini dalam rangka isi kekosongan akibat ada pegawai yang pensiun agar tidak terjadi kevakuman dan mereka terlibat dalam proses belajar dalam sistem kerja Perumda”.
Terkait dengan perekrutan pegawai di Perumda Ende sebelumnya sudah disoroti oleh warga di media sosial. Warga menduga perekrutan itu dilakukan secara tertutup dan prioritaskan orang dalam.*










