LABUAN BAJO, FLOREPOS.net-Sejumlah pedagang pakaian di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengeluhkan mahalnya harga sewa los/petak jualan di pasar tersebut. Di sisi lain, saat ini pasar harian itu sepi pembeli.
Para pedagang dimaksud yakni Adi Nurdadi, Sri Lestari, Arni, Aharuddin, dan Nurmaini. Itu disampaikan ketika menanggapi media ini di markas dagang mereka di pasar harian, Batu Cermin, di Labuan Bajo belum lama berselang.
Menurut mereka, beberapa tahun terakhir sewah los/petak yang mereka tempati sudah berkali-kali naik.
Terkini Rp80 ribu per bulan per los/petak/pedagang, atau Rp960 ribu/tahun, sebelum-sebelumnya di bawah itu. Uang Rp80 ribu/bulan/pedagang tersebut di luar biaya listrik, air dan iuran sampah.
Diuraikan, untuk iuran sampah Rp2000/hari/los-petak. Listrik ditanggung sendiri. Air bersih juga begitu, urus sendiri. Luas los/petak jualan dua kali satu setengah meter.
“Mungkin sudah dua atau tiga kali naik selama ini. Sudah begitu, pembelinya juga sedikit. Ya, kita jalan ni aja,” ujar Adi Nurdadi.
Mereka berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar dapat memperbaiki lantai Pasar Rakyat Batu Cermin, karena sebagian lantainya sudah rusak, tinggal tanah kosong. Jika dimungkinkan pasang keramik, biar barang jualan tidak kena debu. Tangga pasar barangkali dikeramiki juga.
Tidak hanya itu, kalau bisa sewa los/petak Pasar Rakyat Batu Cermin ditinjau kembali, turun ke Rp250 ribu/tahun. Antara lain karena hasil penjualan mereka tahun-tahun terakhir cendrung menurun.
“Saya pikir dua ratus limapuluh ribu (rupiah) itu pas, pas itu. Pas dengan fasilitasnya (pasar). Biar sama-sama enak, sama-sama bagusnya. Pemerintah baik, kami pedagang juga begitu,” kata Nurmaini.
Nurmaini juga galau kalau informasi yang diperolehnya jadi kenyataan. Dikabarkan bahwa gedung Pasar Rakyat Batu Cermin akan segera dirobohkan, karena di lokasi yang sama bakal dibangun Ruko (rumah toko). Kabarnya juga sewa Rukonya Rp6 juta/tahun/Ruko.
“Khawatir juga kalau jadi bangun (Ruko), karena sewa per tahunnya sekitar enam juta (rupiah). Yang sekarang aja susahnya minta ampun, ngos-ngosan. Apa lagi enam juta, parah. Harap rumor itu tak terjadi. Berat sekali,” ungkap Nurmaini lagi.
Dilansir media ini sebelumnya, omzet turun drastis, sejumlah pedagang diduga bangkrut dan hengkang dari Pasar Batu Cermin. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Anton Harus










