Gampang-gampang Susah Antisipasi Ledakan Penumpang Bandara Internasional Komodo - FloresPos Net

Gampang-gampang Susah Antisipasi Ledakan Penumpang Bandara Internasional Komodo

- Jurnalis

Selasa, 14 Mei 2024 - 08:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Untuk mengantisipasi ledakan penumpang dari bandar udara (bandara) internasional Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), adalah pekerjaan gampang-gampang susah bagi Dinas Perhubungan (Dishub) setempat.

Demikian Kepala Dishub Mabar, Adrianus Gunawan kepada Florespos.net, belum lama ini di Labuan Bajo.

Ia menyampaikan itu pasca penetapan Bandara Komodo Labuan  Bajo menjadi Bandara Internasional oleh Pemerintah Pusat (Pempus), dalam hal ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI). Kemenhub RI menetapkan Bandara Internasional Komodo pada April 2024, sebelumnya berstatus bandara domestik.

Kadis Gunawan menegaskan, pihaknya terus mengambil langkah antisipasi terhadap lonjakan penumpang dimaksud agar lalu lintas manusia dan barang dari dan ke bandara internasional Komodo tetap lancar.

Terkait ini, Dishub khusus mengurus perhubungan/lalu lintas di luar wilayah bandara Komodo yang bermuara ke bandara tersebut. Yang di dalam wilayah bandara adalah otoritas pihak bandara Komodo.

Menurut Kadis Gunawan, letak bandara Komodo berbeda dengan  bandara di tempat-tempat lain. Bandara di tempat lain letaknya sekitar 20-30 kilo meter (km) dari kota. Sehingga mudah mengurai kemacetan.

Baca Juga :  Manggarai Barat Layak Miliki Hotel Sendiri, Punya Tanah Dan Perusahan Daerah

Sedangkan bandara Komodo berada dalam kota Labuan Bajo, berada di tengah pemukiman penduduk ibu kota Mabar itu, Labuan Bajo. Dari dan ke bandara Komodo juga tidak ada jalur khusus, sehingga rumit mengatur lalu lintasnya.

Sekitar bandara Komodo, terang Kadis Gunawan, ada tempat- tempat usaha seperti rumah makan, hotel, UMKM, dan tempat perbelanjaan lainnya serta banyak terdapat rumah warga.

Di sana juga ada lalu lintas anak sekolah, lalu lintas masyarakat, ada pergerakan manusia dan barang dari dan ke bandara, ada lalu lalang kendaraan-kendaraan proyek dan sebagainya.

Untuk itu, mohon kesadaran para pihak untuk tidak memarkir kendaraan di pinggir kiri kanan jalan depan dan sekitar pintu masuk bandara Komodo.

Hal itu supaya tidak menghalangi/tidak menggangu perjalanan masyarakat, pelaku perjalanan, agar perjalan mereka lancar. Akses ke bandara Komodo hanya satu, kondisi jalan hanya 2 jalur dan masing-masing satu lajur.

Baca Juga :  BPOLBF Gelar Kick Off FA 2026, Fokus Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Pangan di Labuan Bajo

“Maka disampaikan kepada semua pihak/pelaku perjalanan untuk tidak memarkir (kendaraan) di depan dan atau sekitar situ (pintu bandara Komodo) supaya tidak mengganggu lalu lintas perjalanan. Hal itu dapat terwujud manakala kita semua bekerja sama,” tandas Kadis Gunawan.

Sehubungan dengan hal di atas tentu tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, termasuk Dishub Mabar, tetapi tanggung jawab bersama semua masyarakat tanpa terkecuali.

Harapan dari peningkatan status bandara internasional Komodo tentunya untuk peningkatan arus kunjungan wisatawan ke Mabar. Tentu efeknya untuk peningkatan penerimaan daerah Mabar. Ujung dari itu semua tentunya kelak untuk kesejahteraan masyarakat, kata Gunawan.

Diberitakan media ini sebelumnya, Bupati Mabar Edistasius Endi menegaskan  bahwa penetapan bandara internasional Komodo tidak ucuk-ucuk. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan
Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:47 WITA

182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong

Senin, 28 September 2026 - 13:42 WITA

Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan

Senin, 28 September 2026 - 13:39 WITA

Peringati HUT Ke-81 TNI, Dandim 1603 Sikka Pimpin Ziarah Kenang Jasa Para Pahlawan

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Berita Terbaru

Opini

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Senin, 28 Sep 2026 - 16:27 WITA

Opini

Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang

Senin, 28 Sep 2026 - 11:36 WITA