Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan - FloresPos Net

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Love at the first sight-Cinta pada pandangan pertama

Oleh Walburgus Abulat

ADAGIUM bermakna itu tepat melukiskan perjumpaan perdana penulis dengan sosok penyelamat satwa komodo dan habitatnya warga RT/RW 001/002, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur (Matim), NTT, Arsyad.

Kediamannya juga sebagai locus Pusat Informasi Komodo/Rugu yang terletak di Jalan Lintas Utara Flores, Kelurahan Pota. Arsyad sendiri dikenal kalangan luas dan warga setempat sebagai penyelamat habitat komodo atau rugu bahasa setempat. Gelar peduli lingkungan yang disandang kepadanya bukan sekadar lip service atau ungkapan pemulus manis belaka.

Buktinya, suami dari Halmawati yang dikarunia tiga orang anak ini memang total sebagai penyelamat satwa Komodo dalam belasan tahun terakhir.

Data menunjukkan bahwa dalam 14 tahun terakhir sedikitnya, Arsyad telah menyelamatkan belasan satwa komodo yang terdampar jauh dari habitatnya atau yang masuk ke permukiman warga.

Baca Juga :  Dua Uskup, 3 Profesor, 21 Doktor dan 17 Magister Berkontribusi Sukseskan Sanpio Goes Synodal

Beberapa contoh aksi penyelematan yang dilakukan Arsyad bisa kita litanikan di antaranya: Pertama, ia berhasil menyelamatkan dan melepaskan seekor komodo asal Nanga Baras yang ditemukan menyasar jauh di Watu Pajung pada tahun 2012.

Kedua, ia melepaskan 2 ekor komodo asal Pota pada 2013 dalam kondisi normal yang ditemukan di Watu Pajung pada 2013. Ketiga, ia menemukan dan melepaskan 2 ekor Komodo asal Tompong yang menyasar di Watu Pajung pada tahun 2014 dalam kondisi normal.

Keempat, ia menemukan dan melepaskan seekor komodo yang menyasar jauh dari habitatnya lalu dikembalikan ke habitat asal pada 4 Juni 2014. Kelima, ia menemukan dan melepaskan seekor komodo yang menyasar jauh dari habitatnya pada 20 Agustus 2017.

Keenam, ia menemukan dan melepas seekor komodo yang menyasar jauh dari habitatnya pada 3 Juni 2018. Ketujuh, ia melepaskan seekor komodo asal Baras Tanjung yang ditemukan menyasar di Watu Pajung dalam kondisi normal pada 30 Juni 2019.

Kedelapan, ia melepaskan seekor komodo yang menyasar jauh dari habitatnya di Watu Pajung dalam kondisi normal pada 16 Agustus 2019. Kesembilan, ia melepaskan seekor Komodo yang menyasar ke permukiman warga dan dikembalikan ke habitat asalnya pada 13 Februari 2022.

Kesepuluh, ia melepaskan seekor Komodo yang menyasar ke Watu Pajung dalam kondisi normal pada 30 Juli 2022. Kesebelas, ia melepaskan seekor komodo yang menyasar jauh dari habitatnya tepatnya di Watu Pajung dalam kondisi normal pada 4 Januari 2023.

Berita Terkait

English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night
Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)
LNBM Berkomitmen Terus Nyalakan Lentera Riset dan Pemberdayaan ke  Seantero Indonesia
Janji Allah dan Keteguhan Hati, Pesan Ramadan dari Mimbar Subuh Nurul Iman Waiwerang
Babak Baru di Ujung Dermaga
Ritel Modern, Meja Kasir dan Kerukan Recehan (Perspektif Manajemen SDM)
Bang Nik: Sosok Dosen, Peneliti, Penulis Buku dan Pernah Menimba Ilmu di Israel
Puncak Perjalanan Akademik (sisipan pesan dalam momen Penilaian Pembelajaran Akhir Mahasiswa Stipar Ende)
Berita ini 251 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:39 WITA

English is Fun: Kolaborasi Hangat Rita English Club dan Cristo Re English Club dalam English Night

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:32 WITA

Perempuan, Dapur dan Warisan Pangan Lokal (Meneropong Lebih Jauh Festival Pangan Lokal di Kampung Adat Wogo)

Jumat, 6 Maret 2026 - 09:51 WITA

LNBM Berkomitmen Terus Nyalakan Lentera Riset dan Pemberdayaan ke  Seantero Indonesia

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:46 WITA

Janji Allah dan Keteguhan Hati, Pesan Ramadan dari Mimbar Subuh Nurul Iman Waiwerang

Berita Terbaru

Aloysius Wisu Parera

Opini

Perempuan Manggarai: Memulihkan Mahkota yang Retak

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:56 WITA

Opini

Ketika “Kartini” Menjadi Simbol yang Berebut Makna

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:07 WITA