Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan - FloresPos Net - Page 3

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

“Saya tetap berkomitmen untuk terus melalukan pelbagai upaya untuk menyelamatkan biawak komodo, dan melepaskannya ke habitatnya bila mereka menyasar ke permukiman warga atau jauh dari habitatnya,” kata Arsyd.

Pegawai yang selama 16 tahun bekeja di Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Timur dan yang saat ini sebagai pegawai PPPK Paruh Waktu itu menyebut tiga alasan mengapa Biawak Komodo masuk ke permukiman warga atau menyasar jauh dari habitatnya yakni karena musim kawin, karena alih fungsi hutan, dan makanan menipis.

“Tiga alasan inilah yang membuat satwa komodo masuk ke permukiman warga,” kata Arsyad.

Raih Kalpataru

Arsyad mengaku bangga karena aksi kemanusiaan peduli lingkungan dan penyelamatan terhadap satwa liar itu mendapatkan penghargaan dari Pemerintah, termasuk penghargaan Kalpataru pada tahun 2023.

“Saya meraih penghargaan Kalpataru berkat dukungan Balai Besar KSDA NTT yang saat itu memasukkan nama saya sebagai salah satu kandidat. Berkat dukungan Balai Besar KSDA NTT maka saya meraih Kalpataru pada tahun 2023,” kata Arsyad.

Baca Juga :  Harmoni di Panggung Sekolah

Media ini mencatat, piagam Kalpataru diterima dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Prof Dr. Siti Nurbaya Bakar dengan kategori Pengabdi Lingkungan.

Selain penghargaan Kalpataru, Arsyad juga menerima aneka penghargaan lainnya di antarnya Piagam Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. PI 380//KSDAE/SET 3/PEG 7/6/ 202.

Penghargaan ini diberikan kepada Arsyad karena dinilai sebagai tokoh muda pencinta lingkungan dan atas atas kegiatan dan peran aktifnya dalam mendukung pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem melalui aksi penyelamatan satwa dilindungi Varanus komodoensis dan sosialisasi kepada masyarakat sejak tahun 2012. Penghargaan ini ditandatangani Direktur Jenderal Ir. Wiratno, M.Sc tertanggal 26 Juni 2021.

Arsyad juga mendapatkan penghargaan dari dari Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat No.278/Kep/HK/2023. Penghargaan diberikan atas jasa Arsyad di bidang pengabdian di bidang lingkungan (penyelamatan dan pelestarian Biawak Komodo bagi daerah dan masyarakat NTT.

Selain tiga penghargaan di atas, Arsyad juga mendapatkan Sertifikat Apresiasi Program kerja sama sosialisasi dan konservasi Komodo Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT Taman Taman Safari Indonesia sebagai narasumber dalam Program Edukasi Konservasi Komodo (Varanus komodoensis) dengan tema Ora Kole Beo (Komodo Pulang Kampung) pada 13 Juni 2023.

Baca Juga :  Desa Wisata Golo Loni Masuk 45 Desa Wisata Nusantara 2023

Piagam ini ditandatangani Direktur Taman Safari Indonesia Drs. Jansen Manansang, M.Sc.

Sekilas tentang Komodo

Biawak Komodo merupakan kadal terbesar di dunia. Komodo jantan dapat mencapai panjang hingga 3 meter dengan berat lebih dari 80 kg. Sebagai predator puncak, ukuran tubuh yang besar sangat penting bagi komodo jantan, selain itu pada musim hujan biasanya komodo jantan akan saling berkelahi untuk memperebutkan betina.

Meskipun demikian ukuran tubuh komodo sangat bervariasi antar pulau hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan mangsanya. Umur komodo betina biasanya hanya mencapai 30 tahun atau hanya separuh dari komodo jantan.
Biawak Komodo memulai musim kawin antara bulan Mei hingga Juli. Sebelum memulai kawin, para jantan akan berkelahi untuk mendapatkan betina.

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 317 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA