Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan - FloresPos Net - Page 4

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Setelah kawin, sekitar bulan Agustus komodo betina akan memulai menggali sarang untuk meletakkan telur mereka yang berjumlah sekitar 30 butir. Telur biasanya diletakkan di dalam sarang dengan kedalaman hingga 2 meter.

Pekerjaan komodo betina tidak berhenti sampai di situ, mereka harus menjaga sarang selama beberapa bulan sampai Desember, untuk memastikan sarang mereka berlindung dari pemangsa. Telur komodo biasanya menetas sekitar akhir Februari hingga awal April. Komodo betina akan menjadi sangat kurus setelah bertelur.

Baca Juga :  Paket Merdu Gugur Verfak Pilkada Manggarai Timur

Demikianlah secara sekilas sosok Arsyad -peduli lingkungan dan penyelamatan Satwa Komodo yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah, termasuk penghargaan Kalpataru pada tahun 2023.

Kiranya sosok Arsyad dan nilai-nilai perjuangannya ditularkan kepada elemen warga bangsa ini, khususnya warga di sekitar habitat langka Komodo hidup untuk senantiasa melakukan aksi-aksi konkret merawat lingkungan kita tinggal, menjaga kelestarian alam dan aneka satwanya, dan menyelamatkan satwa komodo, kapan dan dia mana pun.

Baca Juga :  Catatan ETMC XXXIV Ende, Sepakbola Amatir NTT: Masih Bolehkah Kami Bermimpi?

Profisiat peraih Kalpataru Bang Arsyad. Majulah terus demi Indonesia aman dan nyaman untuk dihuni manusia, satwa langka dan aneka kekayaan alamnya.*

Penulis: Jurnalis, Pemerhati Lingkungan dan Penulis Buku

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 317 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA