Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan - FloresPos Net - Page 2

Konsisten Selamatkan Satwa Komodo dan Habitatnya, Warga Pota Matim Raih Kalpataru dan Aneka Penghargaan

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 16:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Arsyad berpose dengan latar aneka penghargaan yang diraihnya termasuk kalpataru tahun 2023 yang di kediamannya yang juga Pusat Informasi Komodo RP 001/RW 002 Kelurahan Pota, Sambi Rampas, Sabtu (28/2/2026). Foto Wall Abulat

Kedua belas, ia melepaskan seekor Komodo yang menyasar ke permukiman warga tepatnya di Watu Pajung dalam kondisi normal pada 3 Mei 2024
Ketiga belas, ia melepaskan seekor komodo yang ditemukannya di Watu Pajung dalam kondisi normal dan dikembalikan ke habitatnya pada 30 Juli 2024.

Keempat belas, ia menemukan seekor komodo yang mengalami cacat di Watu Pajung pada 26 Desember 2024. Satwa Komodo yang ditemukan cacat ini dibawa ke rumahnya untuk kemudian dirawatnya hingga sembuh selama 2 minggu. Usai satwa langka ini sembuh, ia kemudian mengembalikan satwa itu ke habitatnya.

Kelima belas, ia menemukan dan melepaskan seekor komodo yang menyasar ke permukiman warga lalu dikembalikan ke habitat asalnya pada 21 Juni 2025.

Tak hanya menyelamatkan satwa Komodo, Arsad juga selalu melakukan pelbagai aksi penyelamatan lingkungan habitat komodo dengan menanam mangore dan membersihkan sampah di sekitar habitat komodo hidup selama bertahun-tahun.

Ia juga juga gemar melakukan pelbagai pencerahan kepada masyarakat terkait aneka hal di antaranya pengenalan satwa Biawak Komodo kepada masyarakat, pelestarian biawak komodo, sosialisasi dan edukasi yang rutin dilakukan kepada kalangan pelajar dari Tingkat SD hingga SLTA yang dilakukan pada setiap tanggal 14 dalam bulan berjalan, rutin menyampaikan informasi kepada pengunjung di Pusat Informasi Komodo, pemasangan papan imbauan.

Baca Juga :  Bendungan Jebol,  Puluhan Hektare Sawah di Manggarai Timur Terancam Gagal Panen

Juga, pembuatan bak sampah, dan rutin bermitra dengan komponen sekolah melakukan pembersihan sampah di sekolah dan di lingkungan masyarakat, dan pelbagai upaya konservasi dan penanganan interaksi komodo dengan masyarakat dalam jejaring kerja sama dengan para pihak di antaranya Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) NTT, , KSP dan In Flores.

Panggilan Kemanusiaan dan Habitat Lingkungan Ramah

Arsyad ditemui di kediamannya di Pota pada Sabtu 28 Februari 2026 mengaku sangat gembira dengan aksi kemanusiaan dan peduli lingkungan yang dilakukannya dalam belasan tahun terakhir, khususnya menyelamatkan Satwa Biawak Komodo.

“Saya terpanggil untuk menyelamatkan biawak komodo sebagai wujud konkret komitmen kemanusiaan saya untuk menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan hidup satwa komodo kapan dan di mana pun,” kata Arsyad.

Arsyad mengaku komitmennya itu tak sekadar ungkapan pemanis mulut belaka, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan yang ditunjukkannya dalam setiap hari, baik dengan cara merawat lingkungan sekitar, menjaga keberlangsungan hidup biawak komodo, maupun gencar memberikan pencerahan ilmu kepada semua generasi masyarakat, termasuk para siswa untuk tetap menjaga biawak komodo dan habitat tinggalnya.

Baca Juga :  Jadi Tim Daratan Flores Pertama yang Tiba di Ende, Persematim Incar 4 Besar

“Saya selalu ada waktu untuk merawat habitat komodo. Sejak 2012 hingga saat ini, saya sudah melepaskan 17 biawak komodo yang menyasar jauh dari habitatnya, dan yang masuk ke permukiman warga. Saya melepaskan satwa komodo ke tempat habitatnya,,” kata Arsyad.

Arsyad mengsharingkan bagaimana pengalaman uniknya ketika pada 26 Desember 2024 ia menemukan seekor komodo dalam kondisi cacat/dilukai.

“Saat itu, saya mengambil biawak komodo itu dan dibawa ke rumah saya. Saya merawat komodo itu selama dua minggu, Setelah komodo itu sembuh, saya kemudian melepaskannya ke habitatnya,” kata Arsyad.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (tahun 2003) Prof Dr. Siti Nurbaya Bakar menyerahkan piaga Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan kepada Arsyad di Jakarta pada tahun 2023. Foto Dokumen pribadi.

Arsyad mengaku panggilan kemanusiaannya itu terkadang dinilai janggal oleh warga. “Saya terkadang dinilai gila karena selalu meluangkan waktu untuk menyelamatkan satwa yang sangat berisiko itu. Tapi, saya tidak mundur karena penilai warga.”

Berita Terkait

Kisah Ama Rian, dari Sabu Merantau ke Ende, Jualan Bawang dan Raih Sarjana di STPM
Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI
Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng
Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan
Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama
Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan
Napak Tilas 37 Tahun Sri Paus John Paul II ke Flores: Seminari Tinggi Ritapiret Jadi Vatikan Semalam, Gelora Samador Maumere Locus Urbi et Orbi
Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Berita ini 317 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:51 WITA

Jempolmu, Ikrarmu: Sumpah Pemuda di Era Hoaks dan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:49 WITA

Mahasiswa Hingga Dosen Majukan Ekonomi Manggarai–Prestasi Gemilang STIE Karya Ruteng

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:22 WITA

Sarjana Berdampak Berkarya untuk Bangsa: Membangun Ekonomi Menumbuhkan Harapan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:55 WITA

Rosario di Ritapiret: Menguji Kesalehan dari Cara Kita Memperlakukan Sesama

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Melangkah dengan llmu, Berkarya untuk Agromaritim Berkelanjutan: FTP3 Universitas Nusa Nipa Lepas Lulusan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Penanganan Sampah Bukan Hanya Urusan Pemerintah

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:05 WITA