Kunker ke Pulau Ende Kapolres Terima Laporan Soal Bom Ikan, Kades Aejeti Sebut Pelaku dari Luar - FloresPos Net

Kunker ke Pulau Ende Kapolres Terima Laporan Soal Bom Ikan, Kades Aejeti Sebut Pelaku dari Luar

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata melakukan kunjungan kerja ke Polsek Pulau Ende, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Jumat (6/6/2026) pagi.

Polsek Pulau Ende adalah polsek terakhir dalam agenda kunkernya sejak menjabat sebagai Kapolres Ende pada awal tahun lalu.

Dalam kunker ini AKBP Yudhi Franata membawa ratusan personel atau anggota melakukan bakti sosial, imbauan Kamtibmas dan diakhiri dengan senam Zumba dan gawi bersama.

Saat tatap muka dengan camat, Kepala Desa dan tokoh agama serta tokoh masyarakat, warga menyampaikan bahwa hingga saat ini aksi penangkapan ikan dengan bahan peledak atau bom ikan di perairan Pulau Ende masih terjadi.

Warga melaporkan ke Kapolres Ende bahwa masih melihat dan mendengar bunyi bom ikan di sekitar perairan Pulau Ende. Warga berharap pihak kepolisian khususnya Pol Aire melakukan patroli rutin di wilayah ini.

Golkar Yusuf, Kepala Desa Aejeti Kecamatan Pulau Ende mengatakan bahwa penangkapan ikan dengan bahan peledak masih terjadi namun pelakunya bukan warga atau nelayan Pulau Ende.

Baca Juga :  RD Ivan Ajak Kelurga Besar Satker PJN IV NTT Menjadi Pribadi yang Terbuka dan Rendah Hati

Yusuf mengatakan pelaku penangkapan ikan dengan bahan peledak (bom) di wilayah ini datang dari luar Pulau Ende.

“Kita dengar dan lihat masih terjadi tetapi pelakunya bukan orang di sini. Mereka datang dari luar cari ikan di sini”.

Ia berharap kepada Kapolres Ende agar pihak kepolisian melaksanakan patroli rutin memantau seluruh wilayah laut Kabupaten Ende termasuk di Pulau Ende untuk mencegah terjadinya penangkapan ikan dengan bahan peledak.

Kapolres Ende, AKBP Yudhi Franata setelah mendengarkan laporan dari warga mengatakan tindakan penangkapan ikan dengan bahan peledak itu masih terjadi karena ada niat dari pelaku dan kesempatan yang didapatkan pelaku.

Terkait hal ini, Kata Kapolres, beberapa waktu di wilayah utara tepatnya di Ropa telah dilakukan penangkapan terhadap pelaku ilegal fishing.

Baca Juga :  Lindungi Anggota, Koperasi Merah Putih Waioti Gandeng Dinas Koperasi dan BPJS-TK

Dari penangkapan tersebut serta laporan masyarakat pihaknya terus melaksanakan patroli untuk melakukan penangkapan terhadap oknum yang menangkap ikan dengan bahan ledak.

“Kita akan terus patroli dan targetkan untuk tangkap pelaku. Saat kita lakukan patroli tidak ada laporan dari masyarakat, mungkin mereka sudah tau itu”.

Kapolres mengimbau dan berharap kepada masyarakat jika mengetahui hal itu bisa disampaikan atau diinformasikan ke call center 110 dan langsung direspon oleh polisi.

Kedepannya, lanjut AKBP Yudhi Franata, pihaknya akan memasang rumah ikan di dasar laut wilayah Pulau Ende sebagai upaya konservasi lingkungan.

Ia mengajak warga dan nelayan menjaga ekosistem laut dan mengimbau agar tidak melakukan tindakan penangkapan ikan dengan bahan atau alat peledak yang merusak habitat ikan.

“Kita akan patroli dan tindak tegas kepada siapapun pelaku yang menangkap ikan dengan bahan peledak,” tegas Kapolres Ende.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat
Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027
Terseret Arus di TWAL Teluk Maumere, 4 Penyelam Berhasil Ditemukan Selamat
Sengkarut Program Big Push Peternakan Sapi di Flores Timur–‘Sewa Lahan, Persiapan Pakan Hingga Minta APH Jangan Diam’
Diving di Teluk Maumere, Tiga Penyelam WNA Belum Ditemukan Satu Lainnya Selamat
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:18 WITA

Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WITA

Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:48 WITA

Audiens dengan APDESI dan PPDI Ende, Bupati Yosef Katakan Ada Komunikasi yang Tersumbat

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:43 WITA

Satu Abad Paroki St. Martinus Bola–Songsong dengan Kegiatan Rohani, Sosio Karitatif Hingga Jasmani Menuju Puncak Perayaan 11 November 2027

Berita Terbaru