Padahal, kepala desa pernah berjanji akan membentuk kelompok tani yang kuat dan memberikan akses terhadap teknologi pertanian. Tidak ada pula perhatian serius terhadap penguatan UMKM lokal.
Sementara itu, peluang pariwisata terutama mengingat posisi Manggarai Barat sebagai destinasi utama di NTT—tidak pernah masuk dalam agenda prioritas pemerintah desa. Potensi ekowisata, wisata budaya, ataupun agrowisata desa sebenarnya besar, tetapi tanpa roadmap, potensi itu hanya akan menjadi cerita tentang apa yang mungkin terjadi, bukan apa yang sesungguhnya diwujudkan.
Salah satu kegagalan terbesar kepala desa adalah minimnya perencanaan jangka panjang yang tersusun dalam sebuah roadmap pembangunan desa.
Roadmap bukan sekadar dokumen formal, tetapi panduan strategis yang mencakup analisis kondisi desa, potensi sumber daya, arah kebijakan pembangunan, pembagian prioritas tahunan, dan indikator keberhasilan.
Dengan roadmap, pemerintah desa dapat bekerja secara sistematis dan terencana, bukan berdasarkan insting atau keputusan spontan. Sampai hari ini, masyarakat belum melihat adanya visi besar yang dituangkan dalam rencana strategis yang komprehensif.
Program pembangunan desa sering berubah-ubah, tidak fokus, dan tidak memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Tanpa roadmap, inisiatif pembangunan hanya akan menjadi proyek jangka pendek yang tidak memberikan dampak berkelanjutan. Lebih buruk lagi, ketika kepala desa tidak memiliki strategi besar, ia cenderung bekerja reaktif, hanya mengatasi masalah ketika sudah muncul, bukan mencegah atau mengantisipasinya.
Kritik juga perlu diarahkan pada minimnya pemberdayaan pemuda yang sebelumnya dijanjikan akan menjadi prioritas. Pemuda Golo Sengang adalah aset besar desa, tetapi banyak dari mereka merasa tidak dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan program desa. Tidak ada ruang partisipasi yang cukup bagi pemuda dalam kegiatan pembangunan atau diskusi kebijakan.
Kepala desa pernah menjanjikan pembangunan pusat kreativitas pemuda atau program pelatihan kewirausahaan, tetapi implementasinya tidak jelas. Akibatnya, banyak pemuda memilih pergi merantau karena tidak melihat peluang pengembangan diri di kampung sendiri.
Pemerintah desa semestinya menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat berdiri tanpa keterlibatan generasi muda. Energi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi pemuda terhadap perubahan adalah kekuatan besar yang dapat membantu desa menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.
Dari aspek kepemimpinan, banyak warga menilai bahwa kepala desa kurang menunjukkan kapasitas manajerial dan komunikasi publik yang baik. Seorang pemimpin desa harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, memiliki kemampuan memobilisasi sumber daya, serta memberikan arahan yang jelas kepada seluruh perangkat desa.
Editor : Wall Abulat
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










