Menagih Janji Politik Kepala Desa dan Roadmap Pengembangan Desa Golo Sengang ke Depan - FloresPos Net - Page 3

Menagih Janji Politik Kepala Desa dan Roadmap Pengembangan Desa Golo Sengang ke Depan

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padahal, kepala desa pernah berjanji akan membentuk kelompok tani yang kuat dan memberikan akses terhadap teknologi pertanian. Tidak ada pula perhatian serius terhadap penguatan UMKM lokal.

Sementara itu, peluang pariwisata terutama mengingat posisi Manggarai Barat sebagai destinasi utama di NTT—tidak pernah masuk dalam agenda prioritas pemerintah desa. Potensi ekowisata, wisata budaya, ataupun agrowisata desa sebenarnya besar, tetapi tanpa roadmap, potensi itu hanya akan menjadi cerita tentang apa yang mungkin terjadi, bukan apa yang sesungguhnya diwujudkan.

Salah satu kegagalan terbesar kepala desa adalah minimnya perencanaan jangka panjang yang tersusun dalam sebuah roadmap pembangunan desa.

Roadmap bukan sekadar dokumen formal, tetapi panduan strategis yang mencakup analisis kondisi desa, potensi sumber daya, arah kebijakan pembangunan, pembagian prioritas tahunan, dan indikator keberhasilan.

Dengan roadmap, pemerintah desa dapat bekerja secara sistematis dan terencana, bukan berdasarkan insting atau keputusan spontan. Sampai hari ini, masyarakat belum melihat adanya visi besar yang dituangkan dalam rencana strategis yang komprehensif.

Baca Juga :  Bijak Bermedia Sosial Dalam Terang Evangelii Nutiandi

Program pembangunan desa sering berubah-ubah, tidak fokus, dan tidak memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. Tanpa roadmap, inisiatif pembangunan hanya akan menjadi proyek jangka pendek yang tidak memberikan dampak berkelanjutan. Lebih buruk lagi, ketika kepala desa tidak memiliki strategi besar, ia cenderung bekerja reaktif, hanya mengatasi masalah ketika sudah muncul, bukan mencegah atau mengantisipasinya.

Kritik juga perlu diarahkan pada minimnya pemberdayaan pemuda yang sebelumnya dijanjikan akan menjadi prioritas. Pemuda Golo Sengang adalah aset besar desa, tetapi banyak dari mereka merasa tidak dilibatkan dalam perencanaan maupun pelaksanaan program desa. Tidak ada ruang partisipasi yang cukup bagi pemuda dalam kegiatan pembangunan atau diskusi kebijakan.

Baca Juga :  Penyebab dan Dampak Cuaca Panas yang Ekstrem

Kepala desa pernah menjanjikan pembangunan pusat kreativitas pemuda atau program pelatihan kewirausahaan, tetapi implementasinya tidak jelas. Akibatnya, banyak pemuda memilih pergi merantau karena tidak melihat peluang pengembangan diri di kampung sendiri.

Pemerintah desa semestinya menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat berdiri tanpa keterlibatan generasi muda. Energi, kreativitas, dan kemampuan adaptasi pemuda terhadap perubahan adalah kekuatan besar yang dapat membantu desa menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi.

Dari aspek kepemimpinan, banyak warga menilai bahwa kepala desa kurang menunjukkan kapasitas manajerial dan komunikasi publik yang baik. Seorang pemimpin desa harus mampu menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, memiliki kemampuan memobilisasi sumber daya, serta memberikan arahan yang jelas kepada seluruh perangkat desa.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berjalan Bersama Merawat Keadaban Publik dan Meneguhkan Solidaritas Kemanusiaan (Catatan dari Sarasehan Nasional FMKI)
Berita ini 264 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Sumpah yang Dimudahkan

Berita Terbaru

Opini

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 Nov 2026 - 13:09 WITA