Menagih Janji Politik Kepala Desa dan Roadmap Pengembangan Desa Golo Sengang ke Depan - FloresPos Net

Menagih Janji Politik Kepala Desa dan Roadmap Pengembangan Desa Golo Sengang ke Depan

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhamad Sandri

DESA Golo Sengang di Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu wilayah yang selama beberapa tahun terakhir hidup dengan harapan akan perubahan yang dijanjikan oleh pemerintah desa.

Harapan itu terutama muncul ketika kepala desa terpilih menyampaikan janji-janji politiknya menjelang pemilihan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan UMKM, mobilisasi ekonomi baru bagi warga, pemberdayaan pemuda, hingga penataan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Namun waktu terus berjalan, dan masyarakat semakin mempertanyakan sejauh mana janji politik tersebut benar-benar diwujudkan. Janji tidak boleh sekadar menjadi retorika kampanye yang hanya terdengar manis pada masa pemilihan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata, kebijakan terukur, dan roadmap pembangunan yang jelas.

Kritikan ini tertuju terhadap kepala desa bukanlah bentuk permusuhan, melainkan ekspresi keprihatinan sekaligus tanggung jawab moral masyarakat untuk memastikan bahwa roda pemerintahan desa berjalan sesuai mandat, visi, dan kepentingannya untuk perkembangan Desa Golo Sengang ke depan.

Baca Juga :  Memaknai Pers Sebagai Pilar Keempat Demokrasi, Jurnalisme Terlibat dan Voice of the Voiceless

Keprihatinan terbesar masyarakat Golo Sengang adalah jarak yang semakin jauh antara janji dan realitas. Ketika kampanye, kepala desa menyampaikan tekad kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, membenahi fasilitas air bersih, membangun sarana pertanian modern, mengembangkan pusat ekonomi berbasis potensi lokal, serta menciptakan tata kelola dana desa yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Akan tetapi, setelah menjabat, sebagian besar janji tersebut tidak memiliki progres yang jelas. Alasan demi alasan yang diulang dari tahun ke tahun membuat masyarakat bertanya-tanya apakah kepala desa sungguh memiliki perencanaan yang matang, kemampuan manajerial memadai, serta komitmen moral untuk merealisasikan visi pembangunan desa yang telah ia suarakan.

Kritik masyarakat adalah seruan agar kepala desa tidak sekadar menjadi administrator formal, tetapi pemimpin yang bekerja menggunakan keberanian politik, sensitivitas sosial, dan integritas untuk mewujudkan kesejahteraan desa.

Baca Juga :  Prabowo-Gibran Ada Jaminan Naikkan Pemilih Elektoral atau Sebaliknya?

Salah satu persoalan mendasar yang menjadi sorotan adalah lambatnya pembangunan infrastruktur jalan desa. Kondisi jalan di beberapa dusun masih jauh dari layak, bahkan ada yang tidak dapat diakses kendaraan roda empat pada musim hujan.

Padahal, kepala desa telah berulang kali berjanji akan menjadikan pembangunan jalan sebagai prioritas utama. Jalan yang buruk tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi warga, tetapi juga mengganggu akses pendidikan dan kesehatan.

Anak-anak harus berjalan jauh melalui medan berat untuk menuju sekolah, sementara warga yang sakit sering mengalami kesulitan mencapai fasilitas kesehatan di desa atau kecamatan. Keterlambatan pembangunan infrastruktur jalan tidak dapat terus dibiarkan karena menyangkut mobilitas, akses, dan harkat hidup masyarakat.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel
Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur
Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi
Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)
Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban
Spillover Effect Labuan Bajo dan Masa Depan Pantura Flores
Piala Dunia, ‘Keabadian’ Misi Jules Rimet dan Epistemologi Rerum Novarum
Membangun Bisnis Ramah Keanekaragaman Hayati Berbasis Masyarakat Lokal
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:01 WITA

Gereja Asia, Polarisasi Afektif dan Persatuan yang Kredibel

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:18 WITA

Menyelamatkan Masa Depan Anak dari Bayang-Bayang Kekerasan di Flores Timur

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:41 WITA

Sinodalitas sebagai Jalan Rekonsiliasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:47 WITA

Membangun Jembatan, Merajut Sinodalitas (Catatan di Awal Sidang Pleno FABC 2026)

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:49 WITA

Membayar Pajak Versus Koruptor: Menjaga Napas dan Jiwa Peradaban

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA