Sosok lain yang di bidang pemerintahan yang sukses meskipun tidak mengantongi ijazah SMA yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Era Presiden Jokowi (2014-2019) Ibu Susi Pudjiastuti.
Ibu Susi mengantongi sejumlah prestasi dan keberanian di saat memimpin di antaranya berani menenggalamkan kapal ilegal, berani menurunkan kapal asing dengan mengurangi aktivitas penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing lebih dari 97 %; dan efisiensi anggaran kementerian hingga 32% untuk dialihkan ke program yang tepat sasaran.
Ibu Susi juga mendapatkan kepuasan publik tertinggi di bidang pemerintah dengan meraih tingkat kepuasan publik tertinggi berkat ketegasan dan hasil kerjanya.
Ibu Susi juga mengukir prestasi di bidang bisnis dan kewirausaan di antaranya mendirikan Susi Air: merintis PT ASI Pudjiastuti Aviation yang sukses menjadi maskapai penerbangan perintis di wilayah terpencil; dan membangun bisnis ekspor perikanan membangun PT ASI Pudjiastuti Marine Product dari pengepul ikan kecil hingga menjadi eksportir hasil laut, menerima penghargaan Young Entrepreneurof the Year serta berbagai prestasi bisnis lainnya.
Dari dua sosok ini, kita belajar bagaimana mereka menunjukkan kinerja yang baik meski mereka secara akademik tidak mengantongi ijazah SMP atau pun SMA.
Bagi sosok pemimpin seperti ini mereka belajar dari universitas kehidupan dengan menunjukkan kesungguhan menjalankan tugas dengan sepenuh hati, penuh tanggung jawab, mengedepankan martabat kemanusiaan, pro rakyat dengan berkolaborasi dan berkolaborasi dengan elemen warga.
Mereka tidak bekerja di panggung sandiwara untuk sekadar mewujudkan ambisi diri atau kepentingan politik tertentu dengan memerankan kepura-puraan untuk saling menjatuhkan, atau kalkulasi politik untung rugi.
Mereka bekerja dengan hati dalam kemitraan yang bermartabat dengan komponen warga lain baik atau tidak baik waktunya (opportune importune).
Bersama dengan dua sosok ini, dan sosok inspiratif lainnya yang tidak menyandang gelar tinggi secara akademik, kiranya kita berkomitmen menghentikan segala rekayasa, segala sikap manipulasi, dan sehala praktik tak terpuji asal bapak senang (ABS).
Menghentikan penyalahgunaan wewenang dan kekuasan untuk mengebiri keadilan atau memenjara sesama elemen bangsa yang memiliki niat baik untuk membawa perubahan–dari sekadar bermain di atas panggung sandiwara dan hegemoni kekuasaan–menuju aksi berkeadilan nyata dengan komitmen menegakkan kebenaran dan keadilan, membongkar mafia peradilan, dan memproses para koruptor dan kroni-kroninya yang nyaman bertualang meraup keuntungan diri dan keluarganya.










