PLBN Long Midang dibangun sebagai gerbang utama perbatasan darat di dataran tinggi Krayan untuk mendukung pelayanan keimigrasian, kepabeanan, karantina, serta menggerakkan roda ekonomi dan perdagangan lintas batas di kawasan tersebut.
Pembangunan fisik PLBN Terpadu Long Midang di Krayan Barat saat ini masih mengalami kendala dan penundaan.
Beberapa faktor utama penyebab terhambatnya pembangunan PLBN Long Midang, seperti akses logistik dan infrastruktur darat. Jalan penghubung utama dari Malinau menuju Krayan belum tersambung secara memadai (masih berlumpur/tanah), sehingga pengiriman material bangunan skala besar sangat sulit dan berbiaya sangat tinggi.
Di sisi lain, keterbatasan pengadaan material. Mengimpor atau membawa material dari luar wilayah sangat mahal melalui udara, sementara penggunaan material dari negara tetangga (Malaysia) terkendala aturan dan regulasi kepabeanan.
Longsor yang menyebabkan putusnya ruas Jalan Lingkar Krayan yang berada di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia. Imbasnya, jalur utama untuk pengiriman barang pokok dan pelintasan orang terhambat, terutama di jalur penghubung Desa Long Bawan dan Desa Long Layu.
Jalan lingkar provinsi sepanjang 80 km yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat, Kecamatan Krayan selatan hingga Kecamatan Krayan Tengah yang selalu lumpuh total pada musim hujan, sehingga akses darat antar kecamatan terganggu.
Dalam kondisi musim panas dapat ditempuh dalam hitungan jam. Namun dalam musim hujan dapat ditempuh berhari-hari akibat jalan menjadi berlumpur.










