Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi - FloresPos Net - Page 4

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PLBN Long Midang dibangun sebagai gerbang utama perbatasan darat di dataran tinggi Krayan untuk mendukung pelayanan keimigrasian, kepabeanan, karantina, serta menggerakkan roda ekonomi dan perdagangan lintas batas di kawasan tersebut.

Pembangunan fisik PLBN Terpadu Long Midang di Krayan Barat saat ini masih mengalami kendala dan penundaan.

Beberapa faktor utama penyebab terhambatnya pembangunan PLBN Long Midang, seperti akses logistik dan infrastruktur darat. Jalan penghubung utama dari Malinau menuju Krayan belum tersambung secara memadai (masih berlumpur/tanah), sehingga pengiriman material bangunan skala besar sangat sulit dan berbiaya sangat tinggi.

Baca Juga :  Festival Lamaholot, Identitas dan Kohesi Sosial

Di sisi lain, keterbatasan pengadaan material. Mengimpor atau membawa material dari luar wilayah sangat mahal melalui udara, sementara penggunaan material dari negara tetangga (Malaysia) terkendala aturan dan regulasi kepabeanan.

Longsor yang menyebabkan putusnya ruas Jalan Lingkar Krayan yang berada di perbatasan Kalimantan Utara dan Malaysia. Imbasnya, jalur utama untuk pengiriman barang pokok dan pelintasan orang terhambat, terutama di jalur penghubung Desa Long Bawan dan Desa Long Layu.

Baca Juga :  Kekayaan Alam dan Ancaman Kedaulatan

Jalan lingkar provinsi sepanjang 80 km yang menghubungkan Kecamatan Krayan Barat, Kecamatan Krayan selatan hingga Kecamatan Krayan Tengah yang selalu lumpuh total pada musim hujan, sehingga akses darat antar kecamatan terganggu.

Dalam kondisi musim panas dapat ditempuh dalam hitungan jam. Namun dalam musim hujan dapat ditempuh berhari-hari akibat jalan menjadi berlumpur.

Berita Terkait

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Berita Terbaru