Jalan provinsi yang dirancang untuk menghubungkan kecamatan-kecamatan di Krayan menuju Jalan Paralel Perbatasan maupun arah Malinau belum tuntas dan belum bersambung secara optimal.
Sifat jalan yang rapuh dan belum teraspal/terbeton ini yang memicu tingginya biaya logistik, kelangkaan bahan pokok, serta memaksa warga di setiap kecamatan bergantung sepenuhnya pada moda transportasi udara perintis.
Tanah longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi pada Selasa (7/7/2026) masih melumpuhkan akses darat menuju Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Pemerintah menetapkan tanggap darurat sambil terus mengirim bantuan kepada warga yang terisolasi (Kompas.id, 27/07/2026).
Data dari Kementerian PUPR (2024), panjang jalan paralel perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) adalah 614,55 kilometer, yang merupakan bagian dari total jaringan jalan perbatasan di wilayah tersebut yang mencapai 992,35 kilometer (termasuk jalan akses perbatasan sepanjang 377,8 kilometer).
Ruas Long Boh–Long Metulang 114,13 km, ruas Long Metulang– Long Nawang 48 km, ruas Long Nawang–Long Pujungan 219,14 km, ruas Long Pujungan–Long Kemuat 60,71 km, ruas Long Kemuat–Langap 114,85 km dan ruas Langap–Malinau 57,75 km.
Di kawasan Krayan terdapat 1 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun oleh Kementerian PUPR, yaitu PLBN Terpadu Long Midang (Kecamatan Krayan Barat) berbatasan langsung dengan Bakelalan, Sarawak (Malaysia).










