Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi - FloresPos Net - Page 5

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampaknya, harga sembako melambung tinggi. Bahan bakar minyak Rp 30 ribu per liter, semen 490 ribu per zak, gula Rp 29 ribu per kg. Dan yang paling parah hasil pertanian warga tidak bisa terangkut.

Jadi perekonomian lumpuh total. Warga mengancam keluar dari NKRI jika jalan tersebut tidak segera ditangani. Slogan membangun dari pinggiran hanya omon-omon.

Baca Juga :  Ikhtiar Menjaga Jiwa dan Merawat Semesta (Sebuah Sisipan Refleksi Filosofis-Pastoral Dies Natalis ke-35 Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende)

Warga Krayan lebih murah beli sembako dari Malaysia. Jarak Krayan ke Bakelalan (Malaysia) cuma 7 km dan beraspal.

Sedangkan ke Malinau jaraknya hampir 200 km dengan jalan tanah dan menjadi lumpur saat musim hujan. Warga memilih Malaysia karena lebih mudah dan murah.

Dampak multidimensional

Kondisi infrastruktur jalan darat yang belum terhubung sepenuhnya antara Krayan (Kabupaten Nunukan) dan Malinau serta kondisi jalan internal yang masih didominasi tanah dan berlumpur telah menciptakan keterisolasian geografis ekstrem bagi masyarakat kawasan perbatasan Kalimantan Utara.

Baca Juga :  Kerja Keras Saja Tidak Cukup

Dampak multidimensional yang dirasakan oleh masyarakat Krayan mencakup beberapa aspek.

Pertama, persoalan tingginya biaya logistik yang melambungkan harga kebutuhan pokok .

Berita Terkait

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas
Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik
Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran
Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan
Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende
Sumpah yang Dimudahkan
Gempa Tektonik Flores, Solidaritas Kemanusiaan, dan IKAL Lemhannas Peduli Bencana Flores
Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Sektor Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, dan Pelayanan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:33 WITA

Stadion Marilonga Ende dan Standar Venue Sepak Bola Putri: Saatnya Infrastruktur Olahraga Daerah Naik Kelas

Senin, 2 November 2026 - 13:09 WITA

Membumikan Kepemimpinan Melalui Transportasi Publik

Senin, 2 November 2026 - 09:21 WITA

Menjaga Sakralitas Sumpah Pemuda: Ketika Demokrasi dan Integritas Bangsa Diuji oleh Politik Bayaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Di Balik Tumpukan Sampah Pesisir Waiwerang: Menagih Solusi, Bukan Sekadar Imbauan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:57 WITA

Pertanian Sektor Utama Penggerak Perekonomian Kabupaten Ende

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Memprihatinkan, Jalan Kampung Wae Sambi Manggarai Barat

Selasa, 3 Nov 2026 - 11:32 WITA