Kelima lapangan terbang ini menjadi tumpuan tunggal masyarakat perbatasan untuk mobilitas penumpang hingga pengiriman kebutuhan pokok.
Di setiap kecamatan terdapat bandara udara, namun harus didukung dengan penerbangan perintis agar tarif terjangkau dibeli oleh masyarakat.
Kelima kecamatan di wilayah Krayan belum terhubung oleh jaringan jalan yang memadai. Kondisi konektivitas darat antar-kecamatan di Krayan saat ini masih menghadapi kendala berat.
Kondisi jalan masih tanah dan berlumpur. Sebagian besar jaringan Jalan Lingkar Krayan yang menghubungkan Kecamatan Krayan, Krayan Selatan, Krayan Barat, Krayan Tengah, dan Krayan Timur masih berupa perkerasan tanah.
Pada musim kemarau, perjalanan antar-kecamatan dapat ditempuh dalam hitungan jam.Namun, saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur pekat sehingga akses darat sering kali lumpuh total atau membutuhkan waktu tempuh hingga berhari-hari.
Jalur penghubung utama, seperti ruas Desa Long Bawan (Krayan) menuju Desa Long Layu (Krayan Selatan), sering kali putus akibat tanah longsor saat hujan berintensitas tinggi.
Pada perayaan HUT ke-81 RI (17 Agustus 2026), masyarakat adat Dayak Lundayeh di Krayan mengibarkan bendera Dayak Borneo di bawah bendera Merah Putih sebagai bentuk aspirasi dan penyampaian tuntutan kepada pemerintah, seraya menegaskan tetap setia pada NKRI.










