Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi - FloresPos Net - Page 8

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh karena itu, Program Inpres Jalan Daerah (IJD) harus segera difokuskan untuk menuntaskan jaringan jalan yang belum terhubung di Krayan, baik jalan paralel perbatasan maupun jalan daerah.

Mengingat besarnya sumbangan hasil mineral Kalimantan Utara bagi negara, pembangunan infrastruktur di wilayah ini sudah sepatutnya menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Retret Kepemimpinan, Etika Politik dan Sensitivitas Publik

Meskipun sebagian besar badan jalan trans-perbatasan menuju Krayan sudah tembus, peningkatan struktur dari jalan tanah menjadi jalan layak harus segera direalisasikan.

Wilayah Krayan membutuhkan alokasi anggaran yang memadai dan target penyelesaian yang tegas.

Dengan konektivitas darat yang tuntas, warga perbatasan akan benar-benar merasakan kehadiran negara, sehingga semboyan kebanggaan “Garuda di dadaku” tidak lagi menjadi ironi di tengah kenyataan bahwa “isi perut” masih harus bergantung pada negara tetangga. *

Baca Juga :  Kegilaan Korupsi Belum Selesai (sisip gagas untuk Prof. Mahfud MD)

Penulis adalah Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI)

Berita Terkait

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata
Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan
Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)
Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:01 WITA

Menagih Janji Konektivitas di Perbatasan: Menyelamatkan Krayan dari Keterisolasian Multidimensi

Kamis, 17 September 2026 - 19:19 WITA

Dari Panggung Sandiwara dan Hegemoni Kekuasaan Menuju Aksi Berkeadilan Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 13:14 WITA

Pengakuan Masyarakat Adat dan Hutan Adat di NTT: Jangan Berhenti pada Pengakuan

Kamis, 17 September 2026 - 11:28 WITA

Elegi Sang Perantau (Ratapan Sunyi atas Martabat Manusia yang Terbungkam di Tanjakan Gunung Boy)

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Berita Terbaru