Minimnya Pandangan Pemerintah Manggarai Timur terhadap Masyarakat Kurang Mampu - FloresPos Net

Minimnya Pandangan Pemerintah Manggarai Timur terhadap Masyarakat Kurang Mampu

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Desi Theresia Ndese

MESKI data resmi mencatat penurunan angka kemiskinan dari 9,11% pada 2021 menjadi 5,3% pada 2023 dan angka stunting hingga 8,3% pada Juli 2024, nyatanya masih terdapat tanda-tanda bahwa pandangan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur terhadap masyarakat kurang mampu masih tergolong minim.

Hal ini terlihat dari berbagai permasalahan yang belum terselesaikan secara menyeluruh, seperti ketidakcocokan data penerima bantuan sosial dan kurangnya fokus pada sektor ekonomi lokal yang menjadi tulang punggung sebagian besar penduduk.

Tidak Tepat Sasaran dalam Pemberian Bantuan

Seperti yang terjadi di Kelurahan Kota Ndora. Masih ada warga kurang mampu dan penyandang disabilitas tidak mendapatkan bantuan sosial beras.

Meskipun pemerintah telah melakukan verifikasi, keterbatasan waktu dan koordinasi antar tingkat pemerintah menyebabkan data belum akurat 100%, sehingga terjadi kelalaian dalam pendistribusian bantuan.

Baca Juga :  Ketika 'Laudato Si' Diuji di Negeri Sendiri: Di Manakah Hati Gereja Berpijak?

Kurang Fokus pada Pengembangan Sektor Ekonomi Lokal

Sebagian besar masyarakat Manggarai Timur bekerja di sektor pertanian, namun sektor ini belum mendapatkan perhatian optimal.

Padahal, dengan pengembangan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan penyediaan alat bantu produksi, serta pendukungan terhadap UMKM lokal, dapat meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.

Akses Layanan Dasar Masih Tertinggal

Beberapa daerah pedalaman seperti Desa Golo Wune masih menghadapi masalah akses jalan yang rusak, yang menghambat distribusi bantuan dan pelaksanaan program pembangunan.

Selain itu, meskipun rasio elektrifikasi telah mencapai 83,72%, masih ada wilayah yang belum terjangkau, yang berdampak pada kualitas hidup masyarakat kurang mampu.

Beberapa pihak mungkin berpendapat bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang signifikan, seperti penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta penerimaan alokasi anggaran yang besar.

Baca Juga :  Peliharalah Kasih Persaudaraan, Kado Dari Mgr. Paul Budi Kleden, SVD untuk Keuskupan Agung Ende dan Dunia

Namun, pencapaian tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat kurang mampu.

Selain itu, keberhasilan yang dicatat lebih banyak bersumber dari program pemerintah pusat, sementara peran aktif pemerintah daerah dalam mengidentifikasi kebutuhan lokal dan mengembangkan solusi yang tepat masih terbatas.

Minimnya pandangan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Timur terhadap masyarakat kurang mampu tercermin dari ketidakcocokan program dengan kebutuhan lokal, kurangnya fokus pada pengembangan ekonomi daerah, dan keterbatasan akses layanan dasar.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah perlu meningkatkan koordinasi antar tingkat pemerintahan, melakukan verifikasi data secara lebih cermat, serta mengalokasikan anggaran dan tenaga kerja untuk mengembangkan sektor ekonomi lokal dan memperbaiki infrastruktur.

Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan dapat benar-benar mencapai sasaran dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. *

Penulis adalah Mahasiswi Stipar Ruteng, NTT.

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat
Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh
Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama
Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut
Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)
Perpecahan Sosial sebagai Realitas Struktural
Ketika Sekolah Hanya Menjadi Nama (Seruan Darurat untuk Menguatkan Partisipasi Semesta dan Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua)
Indonesia yang Sibuk, Tapi Kehilangan Kepedulian
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:43 WITA

Pesta Babi: Antara Pembangunan Nasional dan Hak Masyarakat Adat

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:38 WITA

Senjata yang Pulang, Perdamaian yang Tumbuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 13:48 WITA

Jejak Langkah, Tanah Rantau dan Rumah Pertama

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:38 WITA

Nelayan Kecil Masih Berjuang Sendiri di Tengah Laut

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:14 WITA

Penataan Ruang dan Hak Asasi (Catatan atas Kisah Penggusuran di Jalan Irian Jaya Ende)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Perpolitikan Indonesia Hadapi Tantangan Money Politic

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:43 WITA