Kekayaan Alam dan Ancaman Kedaulatan - FloresPos Net

Kekayaan Alam dan Ancaman Kedaulatan

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pascual Semaun, SVD

Pascual Semaun, SVD

Oleh: Paskalis Semaun, SVD

KRISIS berkepanjangan yang melanda Venezuela selama lebih dari satu dekade kerap dibingkai sebagai persoalan internal: otoritarianisme, korupsi, dan disfungsi ekonomi. Namun bila dilihat dari perspektif geopolitik, akar persoalannya jauh lebih kompleks—dan justru menjadi peringatan serius bagi negara-negara lain yang kaya akan sumber daya alam, termasuk Indonesia.

Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Alih-alih menjadi berkah, kekayaan itu menjelma menjadi beban geopolitik.

Negara ini menghadapi sanksi ekonomi, embargo perdagangan, dan bahkan pembentukan pemerintahan tandingan oleh kekuatan asing—semuanya berujung pada upaya mengganti rezim agar akses terhadap minyak dapat dikendalikan melalui skema yang lebih menguntungkan bagi pihak luar.

Dalih yang digunakan cenderung seragam: demokratisasi, perlindungan hak asasi manusia, dan pemberantasan narkoba. Namun jika ditelusuri lebih dalam, pola intervensi ini bukan hal baru. Irak, Libya, hingga Kuba mengalami perlakuan serupa. Konteksnya berubah, tetapi tujuannya tetap: penguasaan energi dan dominasi politik-ekonomi global.

Baca Juga :  Stunting: Apa, Penyebab, Cara Mengenali dan Upaya Pencegahannya?

Intervensi Asimetris

Yang dialami Venezuela bukanlah invasi militer terbuka, melainkan intervensi asimetris yang jauh lebih sulit dikenali. Melalui sanksi ekonomi dan penguasaan jalur perdagangan, negara dapat dilumpuhkan tanpa menembakkan peluru. Ketika Amerika Serikat, misalnya, melarang negara mitranya membeli minyak Venezuela, devisa utama negara ini terhenti.

Sebaliknya, perusahaan-perusahaan energi AS tetap beroperasi di kawasan Karibia, bahkan dikawal oleh kekuatan militer. Ini bentuk agresi yang tidak selalu disebut perang, namun dampaknya sangat nyata.

Strategi semacam ini terbukti efektif: cukup dengan menguasai opini global dan logistik perdagangan, sebuah negara dapat dilumpuhkan dari dalam. Rakyat menderita, pemerintahan terisolasi, sementara kekuatan luar tetap mengakses sumber daya yang menjadi rebutan.

Baca Juga :  ETMC 2025 sebagai Panggung Budaya

Kutukan Sumber Daya

Fenomena ini menggambarkan apa yang disebut resource curse atau “kutukan sumber daya”. Kekayaan alam, jika tidak dikelola dengan berdaulat dan adil, justru bisa menjadi titik rawan intervensi. Ketika suatu negara mencoba mengambil kebijakan nasionalistik atas tambang, minyak, atau lahan strategis, tekanan politik dan ekonomi dari luar biasanya meningkat.

Persoalan Venezuela bukan semata tokoh atau ideologi, tapi minyak itu sendiri. Kekayaan sumber daya telah menjadikannya target dalam peta tarik-ulur kekuasaan global.

Peringatan untuk Indonesia

Indonesia belum berada dalam situasi krisis, namun sinyal bahaya tidak boleh diabaikan.

Berita Terkait

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Berita ini 297 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA