Menolong korban bencana, memberikan dukungan psikologis kepada anak-anak, atau sekadar mendengarkan keluhan mereka yang sedang berduka merupakan bagian dari praktik religius yang memiliki nilai spiritual yang mendalam.
Dengan demikian, kemanusiaan bukan wilayah yang terpisah dari agama. Justru kemanusiaan adalah jalan konkret untuk menghadirkan nilai-nilai ketuhanan dalam realitas.
Al-Khātimah: Dari Perayaan Menuju Transformasi Sosial
Akhirnya, mutiara terindah yang dipancarkan syiar Maulid Nabi bagi Flores yang terluka adalah kesadaran bahwa kasih sayang selalu lebih kuat daripada perbedaan.
Hakikat Maulid tidak terletak pada kemeriahan seremoni, pembacaan as-sīrah an-nabawiyyah, maupun lantunan al-madā’iḥ an-nabawiyyah semata, melainkan pada keberanian menghidupkan kembali nilai-nilai rahmah, keadilan, dan persaudaraan dalam kehidupan nyata.
Flores pascagempa telah mengajarkan bahwa ketika manusia saling mengulurkan tangan, agama, suku, dan latar belakang tidak lagi menjadi tembok pemisah, melainkan jembatan solidaritas yang mempertemukan sesama dalam duka dan harapan.
Di sanalah moderasi beragama menemukan maknanya yang paling otentik: memuliakan martabat manusia, merawat yang terluka, dan berjalan bersama membangun masa depan yang lebih manusiawi.
Dalam semangat itu, saya menyampaikan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kepada seluruh saudara dan sahabat Muslimin-Muslimat.










