Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas - FloresPos Net

Kilas Balik Konflik Sepak Bola NTT: Keamanan Semua Pihak Harus Menjadi Prioritas

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Aschari Senjahari Rawe

SEPAK bola di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan sekadar pertandingan. Ia menjadi ruang kebanggaan daerah, persaudaraan, hiburan, sekaligus wadah pembinaan generasi muda.

Namun, ketika pertandingan diwarnai konflik, provokasi, keributan, atau tindakan tidak sportif, nilai-nilai tersebut dapat berubah menjadi persoalan keamanan yang merugikan banyak pihak.

Kilas balik berbagai dinamika pertandingan sepak bola menunjukkan bahwa keamanan pemain, penonton, official, pelatih, wasit, dan seluruh perangkat pertandingan harus ditempatkan di atas kepentingan hasil pertandingan.

PSSI sendiri menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi wasit, karena tanpa rasa aman perangkat pertandingan akan sulit menjalankan tugas secara profesional.

Konflik tidak boleh hanya dilihat sebagai kesalahan satu pihak. Pemain harus mampu mengendalikan emosi, pelatih dan official menjadi teladan, penonton serta suporter harus memberikan dukungan secara positif, sementara perangkat pertandingan harus menjalankan tugas secara objektif dan sesuai aturan.

Baca Juga :  Depresi Pasca Melahirkan: Tantangan dan Cara Mengatasinya

Regulasi kompetisi sepak bola juga menempatkan tanggung jawab keamanan pada penyelenggara, termasuk perlindungan terhadap pemain, official, perangkat pertandingan, serta penonton.

Kabar baiknya, sejumlah penyelenggaraan sepak bola di NTT mulai memberikan perhatian lebih serius terhadap aspek keamanan.

Dalam persiapan Liga Soeratin U-17 dan Pertiwi 2026 di Sikka, misalnya, dilakukan risk assessment untuk memetakan potensi kerawanan dan mempersiapkan pengamanan sebelum, selama, dan setelah pertandingan.

Karena itu, sepak bola NTT perlu melakukan evaluasi bersama. Jangan menunggu terjadi konflik baru kemudian mencari siapa yang salah. Setiap pertandingan harus memiliki perencanaan keamanan yang jelas, pengaturan akses yang baik, komunikasi antara panitia dan aparat, serta mekanisme penyelesaian protes dan keberatan melalui jalur yang resmi.

Penonton juga mempunyai peran penting. Dukungan kepada tim seharusnya menjadi energi positif, bukan tekanan atau ancaman kepada lawan dan perangkat pertandingan.

Baca Juga :  Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Regulasi kompetisi melarang antara lain invasi lapangan, pelemparan benda ke lapangan, ujaran kebencian, serta tindakan provokatif dan diskriminatif.

Sepak bola NTT harus belajar dari masa lalu. Menang dan kalah adalah bagian dari olahraga, tetapi keselamatan manusia adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai sebuah pertandingan yang seharusnya menjadi pesta olahraga berubah menjadi sumber konflik.

Mari membangun sepak bola NTT yang aman, tertib, sportif, profesional, dan bermartabat. Pemain bermain dengan kemampuan terbaiknya, pelatih dan official memberi teladan, wasit memimpin dengan profesional, panitia menjamin keamanan, dan penonton mendukung dengan penuh sportivitas.

Karena pertandingan boleh panas, persaingan boleh ketat, tetapi persaudaraan dan keselamatan harus tetap menjadi pemenang. *

Penulis adalah Dosen Mata Kuliah Pendidikan Jasmani Prodi PGSD Universitas Flores.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Ketika Nafas Mereka Berakhir di Lembah Baliem
Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 18:35 WITA

Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores

Minggu, 13 September 2026 - 17:01 WITA

Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten

Sabtu, 12 September 2026 - 12:58 WITA

Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar

Berita Terbaru

Opini

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 Sep 2026 - 14:58 WITA

Nusa Bunga

Gempa Flores, SDN Kaburea di Nagekeo KBM di Bawah Tenda Mandiri

Senin, 14 Sep 2026 - 10:02 WITA