BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar - FloresPos Net

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Ansel Atasoge

DUA hari menjelang 17 Agustus, denyut kehidupan di seluruh penjuru negeri terasa berbeda. Gapura bambu bercat merah-putih berdiri gagah di mulut gang dan di gerbang kampung.

Umbul-umbul berkibar di sepanjang jalan protokol hingga jalan setapak berbatu. Anak-anak berlarian membawa bendera kecil sambil meneriakkan yel-yel kemerdekaan.

Di pesisir, di lereng gunung, di tengah kota, hingga di pulau-pulau kecil yang hanya bisa dijangkau perahu, satu gema yang sama terdengar. Bangsa ini kembali merayakan hari lahirnya dengan penuh suka cita. Kali ini yang kedelapan puluh satu.

Di kampung-kampung pegunungan, suasana berbeda namun sama meriah. Di kota-kota besar, generasi muda mengemas perayaan dengan sentuhan baru. Turnamen e-sport bertema pahlawan nasional, lomba konten kreatif sejarah lokal, pentas musik lintas genre, dan pameran seni rupa kontemporer mengisi ruang-ruang publik.

Di sisi lain, lomba panjat pinang, tarik tambang, dan makan kerupuk tetap hadir di lapangan-lapangan kecamatan, menolak untuk dilupakan. Keberagaman ekspresi ini menegaskan satu hal. Bahwasanya, kemerdekaan dirayakan dengan bahasa budaya masing-masing, namun dalam satu napas kebangsaan yang sama.

Salah satu yang menarik terwujud dalam pawai karnaval. Pelbagai karya kreatif ditampilkan di jalan-jalan. Ribuan orang memadati sisi-sisi jalan. Ketika rombongan karnaval lewat dengan hentakan kaki yang serempak dan teriakan yang menggema, sorak-sorai pecah. Ponsel terangkat serentak.

Karnaval semacam ini memiliki kekuatan tersendiri. Ia menjadi ruang perjumpaan lintas kelas sosial, lintas usia, dan lintas latar belakang. Seorang pegawai kantor bisa berdiri berdampingan dengan pedagang kaki lima, sama-sama mendongak menatap parade-parade dari pelbagai kelompok dan kalangan. Dalam beberapa jam itu, sekat-sekat harian meluruh, digantikan rasa memiliki bersama terhadap sebuah republik.

Baca Juga :  Olahraga sebagai Jalan Menuju Keutamaan

Meski demikian, semarak perayaan ini layak ditemani refleksi yang jujur dan membangun. Catatan pertama menyangkut persoalan sampah dan lingkungan. Setiap karnaval dan pesta rakyat meninggalkan tonase limbah plastik seperti gelas sekali pakai, bungkus makanan, confetti sintetis, yang membebani petugas kebersihan dan mencemari lingkungan.

Di banyak kota dan kampung yang sistem pengelolaan sampahnya masih terbatas, beban pasca-perayaan bisa mengganggu berhari-hari. Merayakan kemerdekaan semestinya juga berarti memerdekakan bumi dari beban yang tidak perlu.

Catatan kedua berkaitan dengan kedalaman substansi. Lomba dan karnaval memang menggembirakan hati. Namun, di tanah yang menyimpan jejak perjuangan para pendiri bangsa dan perlawanan rakyat terhadap kolonialisme, akan sangat bermakna jika perayaan juga membuka ruang dialog.

Diskusi sejarah lokal, pemutaran film dokumenter tentang perjuangan daerah, atau forum warga yang membahas persoalan riil seperti krisis air bersih, stunting, akses pendidikan, ketimpangan ekonomi, semestinya menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan.

Kemerdekaan bukan hanya warisan untuk dikenang, melainkan tanggung jawab untuk diisi dengan kerja nyata.

Terlepas dari segala catatan tersebut, semangat yang mengalir di tengah masyarakat tetap layak dirayakan dan diapresiasi. Di balik setiap bendera yang ditancapkan di karang pesisir, di balik setiap hentakan kaki penari, di balik setiap petikan alat musik tradisional yang mengalun di beranda rumah, tersimpan rasa syukur yang mendalam.

Baca Juga :  BENTARA NET: Kanopi Suci, Semana Santa dan Ikhtiar Menjadi Peziarah Sejati

Syukur bahwa bangsa ini masih berdiri. Syukur bahwa di antara segala keterbatasan dan jarak yang memisahkan ribuan pulau, orang-orang masih mau bergotong royong menyiapkan sebuah perayaan tanpa pamrih.

Delapan puluh satu tahun sudah republik ini bernapas. Tantangannya terus berganti rupa, dari kolonialisme menuju ketimpangan digital, dari perjuangan fisik menuju perjuangan melawan hoaks, polarisasi, dan kerusakan ekologis. Namun, fondasi yang diletakkan para pendiri bangsa tetap menjadi jangkar yang kokoh.

Maka, ketika bendera merah-putih dikibarkan pada 17 Agustus nanti di lapangan kota, di halaman sekolah, di pelabuhan, di puncak bukit, di depan rumah-rumah sederhana, biarlah ia berkibar sebagai pengingat.

Pengingat bahwa kemerdekaan ini dirawat oleh jutaan tangan kecil yang memasang bendera di depan rumah, oleh ibu-ibu yang memasak untuk tetangga, oleh anak-anak yang dengan bangga menyanyikan ‘Indonesia Raya’ meski suaranya belum sempurna, oleh para tetua yang menjaga cerita leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Mereka semua adalah penjaga republik yang paling setia, meskipun nama mereka tidak pernah tercatat dalam buku sejarah.

Selamat menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Semoga kemeriahan tahun ini meninggalkan lebih dari kenangan satu hari.

Semoga ia meninggalkan tekad baru untuk membangun negeri yang lebih adil, lebih bersih, lebih sejahtera, dan lebih merangkul setiap anaknya. Merdeka !

Berita Terkait

BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende
BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal
BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata
BENTARA NET: Harapan Eklesial di Tanah KAE
BENTARA NET: Perempuan, Kelapa, dan Matahari
BENTARA NET: Membaca Kisah Candi Audia
BENTARA NET: Harapan di Meja Wapres Gibran
BENTARA NET: Rak Kosong dan Martabat ODGJ
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:00 WITA

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:53 WITA

BENTARA NET: Kebanggaan Kota Ende

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:54 WITA

BENTARA NET: Tatkala KAE dan Masyarakat Flores Gugat Geothermal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:46 WITA

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:55 WITA

BENTARA NET: Harapan Eklesial di Tanah KAE

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Tatkala Merah Putih Berkibar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:00 WITA

Nusa Bunga

Persami Juara Piala Gubernur Soeratin U-17 di Maumere

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:55 WITA