LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, diguncang gempa berkali-kali dengan kekuatan dahsyat, termasuk di Labuan Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)-ujung barat Flores.
Dilaporkan, gempa berkekuatan sekitar M 7.7 tersebut menimbulkan banyak makan korban, di antaranya bangunan. Bencana serupa pernah melanda rata daratan Flores Tahun 1993. Gempa dan tsunami Flores 1993 konon tercatat masuk bencana nasional.
Pantauan media ini di Labuan Bajo, gempa bumi pada Sabtu (15/8) pagi, kejadian awal sekitar jam 5.58 Wita. Warga Wae Sambi berhambur keluar rumah sambil berteriak minta tolong penyelamatan Tuhan, ada yang telanjang dada. Ada pula yang terjebak dalam kamar mandi/WC. Listrik padam total. Semua panik dan histeris.
Dikabarkan, gempa tersebut memaksa sejumlah sekolah di ibu kota Mabar Labuan Bajo jiga libur. Antara lain SDK Wae Medu, SMAN 1 Komodo, SMK St. Yosefa, dan SMK Stella Maris.
Meski demikian, pedagang jalan tetap beraktifitas menjual dagangannya, antara kain penjual minyak tanah.
Pasien-pasien di sejumlah Rumah Sakit (RS) di Labuan Bajo juga dilaporkan berhamburan keluar RS. Bangunan-bangunan setempat juga dikabarkan banyak yang rusak.
Pohon dan bebatuan di bukit-bukit/gunung setempat diinformasikan tumbang, bergulingan/longsor.
Warga pesisir Labuan Bajo juga dilaporkan mengungsi, lari ke tempat-tempat tinggi karena takut tersapu tsunami, apa lagi air laut sempat surut lalu naik.
Masyarakat yang bermukim di pulau-pulau, termasuk wisatawan yang sedang lancong di pulau-pulau di Mabar juga dilaporkan mengungsi ke tempat-tempat tinggi. Air laut surut dan naik, antara lain di pulau-pulau di Kecamatan Komodo dan di Terang Kecamatan Boleng.
Bangunan-bangunan di sejumlah kecamatan di Mabar juga dikabarkan rusak, di antaranya di Kuwus Barat, dan Lembor Selatan.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi sekitar jam 9.45 Wita, belum ada laporan korban jiwa. Tercatat gempa ini di kota super premium Labuan Bajo terjadi 5 kali sejak pukul 5.58, termasuk gempa susulan. Listrik setempat juga masih padam total, seperti di Wae Sambi.
Gempa pada Sabtu (15/8/2026) itu dilaporkan melanda Flores aecara umum. Banyak bangunan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka, rusak, di samping Mabar. Belum ada laporan korban jiwa. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










