ENDE, FLORESPOS.net-Pasca gempa 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Jumat (15/8/2026) pagi membawa dampak korban jiwa dan kerusakan rumah warga serta fasilitas publik termasuk di Kabupaten Ende, Provinsi NTT.
Saat ini Pemkab Ende sedang mendata dan menangani warga terdampak bencana serta fasilitas publik seperti kesehatan dan infrastruktur jalan.
Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kepada wartawan, Sabtu (16/8/2026) pagi mengatakan dampak dari gempa di Ende sekitar tiga ratus rumah warga yang rusak. Saat ini di Kabupaten Ende ada korban jiwa dan banyak warga yang terluka.
Dengan kondisi seperti ini maka pemerintah fokus melakukan penanganan kepada masyarakat yang terdampak.
Bupati Ende menegaskan, seluruh upacara HUT Kemerdekaan dan rangkaian kegiatannya di daerah ini ditiadakan.
“Dengan kondisi darurat seperti ini saya sudah kordinasi dengan Dandim 1602 Ende, Kapolres Ende dan seluruh jajaran pemerintah bahwa seluruh acara 17 Agustus ditiadakan. Kita fokus tangani korban bencana di daerah ini,” kata Bupati Ende.
Up Date Dampak Bencana di Ende
Pemerintah Kabupaten Ende melalui para camat hingga saat ini sedang melakukan pendataan dampak dari bencana gempa Flores di lapangan.
Bupati Ende, Yosef Badeoda kepada wartawan, Senin (16/8/2026) pagi mengatakan, hingga saat ini korban kerusakan rumah warga sebanyak tiga ratus unit lebih.
Jumlah ini masih bertambah karena data kerusakan dari beberapa kecamatan belum masuk ke posko penanganan bencana Kabupaten Ende di BPBD.
“Korban kerusakan rumah warga itu banyak sekali di Ende dan saat ini sedang didata diperkirakan sudah sampai 300 rumah. Data ini akan terus bertambah karena dari Kecamatan Ende, Nagapanda dan Maukaro laporan belum masuk,” kata Bupati Ende.
Menurut laporan lapangan korban kerusakan paling parah di wilayah Kecamatan Ende, Nagapanda, Maukaro, Maurole dan Kotabaru.
Pemerintah Kabupaten Ende melalui posko BPBD belum menerima laporan dari semua wilayah kecamatan karena terkendala listrik dan jaringan internet.
Bupati juga mengatakan, banyak bangunan puskemas di kecamatan rusak maka RSUD Ende disiapkan untuk mengatasi lonjakan pasien.
“Banyak Puskesmas yang rusak dan rumah sakit sendiri ada lonjakan pasien maka kita harus pastikan obat tersedia”.
Fasilitas publik lain yang rusak yaitu rumah ibadah. Menurut laporan sementara dari lapangan sebanyak 22 gereja dan kapela yang rusak sementara masjid dan sekolah masih didata.
Pemkab Ende melalui posko BPBD terus memantau kondisi di lapangan. Para camat diminta lebih cepat mendata warga yang terdampak baik korban luka-luka dan korban jiwa serta kerusakan rumah agar segera ditangani.
“Saat ini Ende korban jiwa yang terkonfirmasi satu orang tetapi korban kerusakan cukup banyak”.
Pantauan media ini sejak, Jumat (15/8/2026) pagi hingga Sabtu (16/8/2026) pagi sebagian besar warga Kota Ende berada di halaman rumah. Warga membuka tenda darurat dan membangun posko mandiri.
Bupati Ende mengimbau agar warga tetap tenang, jangan panik dengan isu – isu tsunami di tengah bencana. Tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui BMKG.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Anton Harus










