Pemkab Ende Tiadakan Seluruh Upacara HUT Kemerdekaan, Up Date Dampak Bencana - FloresPos Net

Pemkab Ende Tiadakan Seluruh Upacara HUT Kemerdekaan,  Up Date Dampak Bencana

- Jurnalis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pasca gempa 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Jumat (15/8/2026) pagi membawa dampak  korban jiwa dan kerusakan rumah warga serta fasilitas publik termasuk di Kabupaten Ende, Provinsi NTT.

Saat ini Pemkab Ende sedang mendata dan menangani warga terdampak bencana serta fasilitas publik seperti kesehatan dan infrastruktur jalan.

Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda kepada wartawan, Sabtu (16/8/2026) pagi mengatakan dampak dari gempa  di Ende sekitar tiga ratus rumah warga yang rusak. Saat ini di Kabupaten Ende ada korban jiwa dan banyak warga yang terluka.

Dengan kondisi seperti ini maka pemerintah fokus melakukan penanganan kepada masyarakat yang terdampak.

Bupati Ende menegaskan, seluruh upacara HUT Kemerdekaan dan rangkaian kegiatannya di daerah ini ditiadakan.

“Dengan kondisi darurat seperti ini saya sudah kordinasi dengan Dandim 1602 Ende, Kapolres Ende dan seluruh jajaran  pemerintah bahwa seluruh acara 17 Agustus ditiadakan. Kita fokus tangani korban bencana di daerah ini,” kata Bupati Ende.

Up Date Dampak Bencana di Ende

Baca Juga :  Uskup Maximus Regus di Penutupan NYD III: Jangan Tunggu Tua untuk Menjadi Saksi Kristus

Pemerintah Kabupaten Ende melalui para camat hingga saat ini sedang  melakukan pendataan   dampak dari bencana gempa Flores di lapangan.

Bupati Ende, Yosef Badeoda kepada wartawan, Senin (16/8/2026) pagi mengatakan, hingga saat ini korban kerusakan rumah warga sebanyak tiga ratus unit lebih.

Jumlah ini masih bertambah karena  data kerusakan dari beberapa kecamatan belum masuk ke posko penanganan bencana Kabupaten Ende di BPBD.

“Korban kerusakan rumah warga itu banyak sekali di Ende dan saat ini sedang didata diperkirakan sudah sampai 300 rumah. Data ini  akan terus bertambah karena dari Kecamatan Ende, Nagapanda dan Maukaro laporan belum masuk,” kata Bupati Ende.

Menurut laporan lapangan korban kerusakan paling  parah  di wilayah Kecamatan Ende, Nagapanda, Maukaro, Maurole dan Kotabaru.

Pemerintah Kabupaten Ende melalui posko BPBD belum menerima laporan dari semua wilayah kecamatan karena terkendala listrik dan jaringan internet.

Bupati juga mengatakan, banyak  bangunan puskemas di kecamatan  rusak maka RSUD Ende disiapkan untuk mengatasi lonjakan pasien.

Baca Juga :  Pentas Budaya Selama  5 Hari, Antusias Masyarakat Lembata Tinggi

“Banyak Puskesmas yang rusak dan rumah sakit sendiri ada lonjakan pasien  maka kita harus pastikan obat tersedia”.

Fasilitas publik lain yang rusak yaitu rumah ibadah. Menurut laporan sementara dari lapangan sebanyak 22 gereja dan kapela yang rusak sementara masjid dan sekolah  masih didata.

Pemkab Ende melalui posko BPBD terus memantau kondisi di lapangan. Para camat  diminta lebih cepat mendata warga yang terdampak baik korban luka-luka dan korban jiwa serta kerusakan rumah agar segera ditangani.

“Saat ini Ende  korban jiwa yang terkonfirmasi satu orang tetapi korban kerusakan cukup banyak”.

Pantauan media ini sejak, Jumat (15/8/2026) pagi hingga Sabtu (16/8/2026) pagi sebagian besar warga Kota Ende berada di halaman rumah. Warga membuka tenda darurat dan membangun posko mandiri.

Bupati Ende mengimbau agar warga tetap tenang, jangan panik dengan isu – isu tsunami di tengah bencana. Tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah melalui BMKG.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA