LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Keuskupan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menghentikan rangkaian acara penutupan festival Golo Koe (FGK)Tahun 2026 gegara gempa bumi yang melanda wilayah itu pada Sabtu (15/8/2026) pagi.
Seperti yang beredar di WA group, pernyataan resmi Keuskupan Labuan Bajo Jl. Mgr. Van Bekkum, Wae Kelambu, Labuan Bajo, 86711 FLORES-Nusa Tenggara Timur-INDONESIA Tentang PENGHENTIAN SELURUH RANGKAIAN KEGIATAN PENUTUPAN FESTIVAL GOLO KOE 2026 itu bernomor: 201/II.1-KLB/VIII/2026.
Dituliskan, dengan memperhatikan perkembangan situasi dan kondisi pascagempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang terjadi di 45 Km Timur Laut Mbay-Nagekeo, Flores, khususnya adanya dampak yang dirasakan oleh sejumlah masyarakat, serta mempertimbangkan kemungkinan terjadinya gempa susulan, kami bersama Panitia Festival Golo Koe 2026 dan pihak-pihak terkait memutuskan untuk “MENGHENTIKAN seluruh rangkaian kegiatan Penutupan Festival Golo Koe 2026” yang sedianya terjadi pada tanggal 15 Agustus 2026 pukul 17.00 wita di Waterfront City Labuan Bajo.
Kegiatan-kegiatan yang dihentikan mencakup: 1. Misa Penutupan Festival, 2. Konser Musik dan Pentas Seni, 3. Pameran UMKM, 4. Kegiatan pendukung lain.
Keputusan ini diambil dengan pertimbangan utama keselamatan dan keamanan seluruh peserta, masyarakat, pelaku UMKM, para tamu, panitia, petugas, serta semua pihak yang terlibat dalam Festival Golo Koe 2026.
Selain pertimbangan keselamatan, penghentian rangkaian acara penutupan ini juga merupakan bentuk empati, solidaritas, dan keprihatinan yang mendalam terhadap saudara-saudari kita di berbagai wilayah Flores yang secara langsung maupun tidak langsung terdampak oleh bencana gempa bumi tersebut.
Dalam situasi seperti ini, kita memilih untuk tidak melanjutkan kemeriahan, tetapi mengambil sikap bersama untuk menunjukkan kepedulian dan kehadiran bagi mereka yang sedang menghadapi situasi sulit dan membutuhkan bantuan atau pertolongan.
Kami sungguh menyadari bahwa keputusan ini tidak mudah, terutama setelah seluruh rangkaian persiapan Festival Golo Koe 2026 telah dilaksanakan dengan penuh semangat, kerja keras, pengorbanan, dan kerja sama dari berbagai pihak. Namun demikian, keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama di atas seluruh agenda dan kemeriahan kegiatan.
Sebab Festival Golo Koe pada hakikatnya bukan hanya sebuah perayaan iman dan budaya, tetapi juga momentum untuk membangun persaudaraan, solidaritas, kepedulian, dan semangat kebersamaan.
Karena itu, dalam situasi ini, semangat Festival Golo Koe justru diwujudkan melalui sikap berbelarasa dengan mereka yang terdampak dan sedang mengalami musibah.
Kami mengimbau seluruh masyarakat, peserta, pelaku UMKM, tamu undangan, komunitas, dan seluruh pihak yang telah mendukung Festival Golo Koe 2026 untuk menerima keputusan ini dengan penuh pengertian.
Kami juga mengajak kita semua untuk tetap tenang, waspada, mengikuti informasi dan arahan resmi dari pihak berwenang, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga.
Kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung penyelenggaraan Festival Golo Koe 2026, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja sama, dukungan, pengorbanan, dan partisipasi yang telah diberikan.
Secara khusus, kami menyampaikan doa dan solidaritas yang mendalam bagi seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Flores.
Semoga Tuhan Yang Mahakuasa memberikan kekuatan, ketabahan, serta keselamatan kepada seluruh masyarakat yang terdampak, dan Bunda Maria Assumpta mendoakan dan melindungi kita semua. Kiranya situasi segera pulih dan kondusif.
Festival boleh berhenti, tetapi semangat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian harus tetap menyala di dalam diri kita.
Demikian pernyataan resmi ini disampaikan untuk menjadi perhatian dan dipahami oleh seluruh masyarakat serta pihak-pihak terkait. Labuan Bajo, 15 Agustus 2026, cap dan tan tangan Uskup Labuan Bajo, Maksimus Regus.
Sesuai jadwal, FGL 2026 dimulai 10 Agustus dan tutup 15 Agustus. FGK diselenggarakan pihak Keuskupan Labuan Bajo, berkolaborasi dengan berbagai pihak. Namun pada Sabtu 15 Agustus 2026, Labuan Bajo Mabar, dan Flores umumnya diguncang gempa dahsyat.
Listrik setempat Labuan Bajo pun pada total kurang lebih 8 jam, dimulai sekitar jam 6.00 Wita dan baru menyala lagi sekitar jam 1.13 Wita. Angin kencang sesekali menghantam wilayah itu hingga berita ini di kirim ke redaksi sekitar pukul 16.30 Wita.
Dilansir media ini sebelumnya, gempa Flores banyak makan korban, warga Ma Manggarai Barat mengungsi ke tempat tinggi. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando










