Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka - FloresPos Net - Page 3

Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rahmah bukan konsep yang berhenti pada mimbar-mimbar keagamaan atau teks-teks normatif. Rahmah menemukan bentuknya yang paling otentik ketika ia menjelma menjadi tindakan nyata: menemani yang berduka, membantu yang kehilangan, menguatkan yang rapuh, dan menghadirkan harapan di tengah keputusasaan.

Agama sebagai Jembatan Kemanusiaan, Bukan Tembok

Di tengah kesibukan mendistribusikan bantuan bagi para korban gempa di Palue, Pater Marsel Vande, SVD, Koordinator Tim JPIC SVD Ende yang memimpin ke-24 relawan dalam misi kemanusiaan tersebut, sempat melontarkan refleksi yang sederhana namun sarat makna ketika berjumpa dengan Mas Lalu.

“Cinta tidak menganut agama tertentu. Cinta itu universal, jiwa dari semua agama. Atas nama cinta kepada sesama yang menderita, kita bisa berkolaborasi dengan siapa saja, apa pun agamanya.” Pernyataan ini sesungguhnya mengandung kedalaman filosofis dan sosiologis yang penting.

Baca Juga :  Kumpul Kebo Dalam Perspektif Kristiani Menurut Ensiklik Familiaris Consortio

Dalam situasi bencana, identitas-identitas partikular yang sering menjadi penanda perbedaan kehilangan signifikansinya di hadapan realitas penderitaan manusia yang bersifat universal.

Gempa tidak membedakan agama, etnis, maupun status sosial korbannya; demikian pula rasa takut, kehilangan, dan duka tidak mengenal sekat-sekat identitas. Air mata manusia memiliki bahasa yang sama di mana pun ia jatuh.

Karena itu, salah satu pelajaran paling berharga yang berulang kali diajarkan oleh berbagai bencana di Indonesia adalah lahirnya solidaritas lintas identitas sebagai ekspresi terdalam dari kemanusiaan.

Baca Juga :  Kunjungi Fasilitas Kesehatan, Bupati Sikka Apresiasi Nakes yang Selalu Bertugas Saat Bencana

Pada momen-momen seperti itulah agama menemukan relevansi sosialnya yang paling otentik, bukan sebagai simbol pembeda, melainkan sebagai sumber nilai yang menggerakkan manusia untuk melampaui batas-batas kelompok demi merawat martabat sesamanya yang sedang terluka.

Dalam masyarakat yang semakin rentan terhadap polarisasi identitas, Maulid Nabi sesungguhnya mengajarkan bahwa kualitas keberagamaan diukur bukan dari seberapa kuat seseorang membela simbol kelompoknya, melainkan seberapa luas kasih sayangnya menjangkau sesama manusia.

Berita Terkait

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Berita ini 236 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Berita Terbaru

Wiudawan STIE Karya Ruteng.

Nusa Bunga

STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian  Nilai Kemanusiaan

Rabu, 14 Okt 2026 - 13:12 WITA

Nusa Bunga

John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Rabu, 14 Okt 2026 - 11:08 WITA