Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi? - FloresPos Net - Page 6

Reo dan Pilihan Masa Depan: Membangun dari Laut atau Menggali dari Perut Bumi?

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 10:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejarah akan mengingat kita dari pilihan pembangunan seperti apa yang kita wariskan kepada anak cucu kita.

Apakah kita ingin meninggalkan bukit-bukit yang kehilangan tutupan hutannya, sungai-sungai yang tercemar limbah, dan pesisir yang kehilangan ikannya? Ataukah kita ingin meninggalkan pelabuhan yang ramai, laut yang sehat, dan ekonomi pesisir yang hidup dan berdenyut?

Pertanyaan itu kini berada di hadapan masyarakat Pantai Utara Manggarai. Bukan hanya di hadapan pemerintah dan pemangku kebijakan, tetapi juga di hadapan setiap warga yang mencintai tanah kelahirannya. Dan di hadapan Gereja yang memiliki tanggung jawab sejarah terhadap wilayah yang pernah menjadi rahim awal pertumbuhan iman Katolik Manggarai.

Baca Juga :  Korupsi dalam Pemerintahan Lokal: Mengapa Ini Terus Terjadi?

Mungkin jawaban atas pertanyaan itu tidak perlu dicari terlalu jauh. Mungkin jawaban itu telah lama terhampar di depan mata kita sendiri. Di laut yang selama berabad-abad telah membesarkan Reo.

Baca Juga :  Menjadi Korban Bukanlah Identitas Abadi

Di Pelabuhan Kedindi yang menunggu untuk dihidupkan kembali. Dan pada keberanian kita untuk memperjuangkannya bersama, dalam koalisi yang luas, dengan visi yang jauh melampaui satu periode pemerintahan.

Pilihan ada di tangan kita sekarang. Membangun dari laut yang terus memberi kehidupan, atau menggali dari perut bumi yang suatu hari pasti berhenti memberi. *

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi
Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern
Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Berita ini 284 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:01 WITA

Bisnis Thrifting di Kota Kupang: Gaya Hidup Hemat yang Menggerakkan Ekonomi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:33 WITA

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA