Menjadi Guru di Indonesia “Hidup Diantara Cinta dan Diskriminasi” Kebijakan Pemerintah (Sebagai Refleksi Hari Guru) - FloresPos Net - Page 3

Menjadi Guru di Indonesia “Hidup Diantara Cinta dan Diskriminasi” Kebijakan Pemerintah (Sebagai Refleksi Hari Guru)

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 09:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam hal pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja, pemerintah seharusnya membuka kesempatan bagi seluruh guru yang mengajar di negara ini baik yang mengajar di sekolah negeri maupun yang ada di sekolah swasta untuk ikut mendaftar seleksi PPPK.

Pertanyaannya “Sampai kapan diskriminasi terhadap guru swasta ada di negara ini?” ketika terus berlanjut maka guru-guru yang mengajar disekolah swasta menilai pemerintah tidak menganggap keberadaan mereka di negara ini.

Lantas pemerintah tidak merasa keberadaan dari sekolah swasta sangat membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Dampak dari diskriminasi ini akan merusak fondasi pendidikan nasional, karena guru adalah pilar utama.

Peran DPR Dalam Menyelesaikan Persoalan Diskriminasi Guru di Indonesia

Keberadaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baik ditingkat daerah sampai pusat sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi utama legislasi, anggaran, dan pengawasan terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Martabat Manusia, Kekerasan Simbolik dan Krisis Sportivitas

Dalam konteks diskriminasi guru swasta, DPR berperan sebagai wakil rakyat yang “Banyak Bicara, Minim Aksi Kongkrit” nyatanya sampai hari ini persoalan diskriminasi terhadap guru-guru swasta masih berlanjut.

Meskipun DPR aktif menggelar audiensi, RDPU, dan rapat kerja sejak 2023-2025, hasil nyata bagi guru swasta tetap minim. Selalu ada kata sabar dan tunggu yang di lontarkan oleh anggota dewan terhormat.

Dilihat dari respon DPR terhadap persoalan ini saya menilai DPR ini bukan milik rakyat atau berpihak kepada rakyat tetapi DPR sekarang malah beralih fungsi untuk mendukung kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan kehidupan rakyat.

Baca Juga :  Pancasila, Jiwa Sosial dan Ruang Publik yang Menyatukan Perbedaan

Keterlibatan DPR dalam menyelesaikan persoalan ini juga menurut saya bukan melahirkan solusi, tetapi bagian dari masalah. Aktivitas legislasi dan pengawasan rutinitas procedural, tanpa tekanan politik nyata. Guru swasta tetap jadi korban janji manis tanpa hasil.

Jika DPR serius menyelesaikan dengan serius persoalan diskriminasi ini, hak angket dan revisi UU ASN harus jalan sebelum 2026 jika tidak, peran mereka hanya panggung politik semata.

PPPK untuk Semua: Wujudkan Harapan Guru Swasta

Frasa “PPPK untuk Semua: Wujudkan Harapan Guru Swasta” tampaknya merangkum semua aspirasi besar di kalangan pendidik Indonesia. Khususnya guru-guru yang mengabdi di sekolah swasta, ini bukan slogan, melainkan cerminan harapan nyata untuk kesetaraan status, kesejahteraan, dan pengakuan profesi.

Editor : Wall Abulat

Berita Terkait

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi
Ketika Solidaritas Ekonomi Berubah Menjadi Jerat Utang
Integrasikan Angkutan Umum ke Kawasan Permukiman, Mendorong Revisi UU LLAJ dan Perkim
Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital
Berita ini 675 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:51 WITA

Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:13 WITA

Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:50 WITA

Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman

Senin, 28 September 2026 - 16:27 WITA

Antara Janji Energi Hijau dan Jeritan Ekologi

Berita Terbaru