Tim investigasi independen dari Mabes Polri perlu segera dikirim ke Nagekeo untuk membongkar jaringan mafia waduk yang telah mencoreng kehormatan negara. Pembersihan ini bukan sekadar tindakan hukum, tetapi langkah pemulihan moral bangsa agar rakyat kembali percaya bahwa negara masih berpihak kepada mereka.
Pembangunan sejati bukan diukur dari seberapa tinggi bendungan berdiri atau seberapa luas lahan yang diairi, melainkan dari seberapa banyak air keadilan yang mengalir di hati rakyatnya. Bila Waduk Lambo dibangun dengan mengorbankan hak warga, maka airnya kelak akan membawa tangisan, bukan kesejahteraan. Tetapi bila dibersihkan dari tangan-tangan mafia dan dijalankan dengan prinsip bonum commune, maka ia akan menjadi sumber berkat, simbol harmoni antara pembangunan dan kemanusiaan.
Sejarah akan mencatat: apakah Waduk Lambo menjadi monumen dosa publik atau tonggak kebangkitan moral bangsa. Pilihan itu kini ada di tangan negara. Bersihkan Waduk Lambo dari mafia Nagekeo, pulihkan martabat rakyat yang terluka, dan buktikan bahwa Republik ini masih berdiri di atas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jurnalis, Penulis Buku dan Pendiri Oring Literasi Siloam Lembata.














