Polres Nagekeo Harus Buka Tabir Kematian Vian Ruma - FloresPos Net

Polres Nagekeo Harus Buka Tabir Kematian Vian Ruma

- Jurnalis

Kamis, 11 September 2025 - 11:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Oleh: Steph Tupeng Witin

RUDOLFUS Oktavianus Ruma. Biasa disapah Vian Ruma. Sehar-harinya dia adalah seorang guru Matematika di SMPN 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Tubuhnya sudah membusuk ketika ditemukan pada Jumat (5/9/2025).

Lokasi penemuan mayatnya di sebuah pondok di tengah kebun di kampung Wodo Mau, Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Barang-barang pribadinya: telepon genggang, tas, sepatu, sandal terletak di dekat tubuh korban. Sepeda motor jenis Honda CRF terparkir di luar pondok yang berada di tepi pantai itu  (Tempo. Co 6/9/2025).

Fakta yang mencurigakan adalah saat ditemukan dalam posisi korban tergantung dengan seutas tali sepatu melilit lehernya, lutut masih menekuk dan telapak kaki menyentuh lantai pondok dari bambu.

Baca Juga :  ASN Nagekeo Harus Bekerja Secara Efektif, Efisien dan Penuh Inisiatif

Keluarga telah menguburkan tubuhnya di kampung halaman, di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (6/9/2-25).

Kematian Vian Ruma menjadi tragedi besar bagi keluarga karena almarhum baru saja lulus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K).

Keluarga mendesak pihak kepolisian agar membuka tabir kematian Vian Ruma. Fakta kematiannya sangat janggal dan mencurigakan. Tali yang melilit leher korban adalah tali sepatu. Sekuat berapa tali sepatu aktivis tolak geothermal ini? Posisi kaki korban menyentuh lantai.

Baca Juga :  Bupati Nagekeo Ajak Warga Patuh Terhadap Regulasi Karantina

Mungin itu akal licik pembunuh agar tali sepatu tidak putus. Keluarga juga menemukan fakta ada bercak darah yang menguatkan dugaan dan kecurigaan bahwa korban diduga mengalami kekerasan (Kompas.id 7/9/2025).

Seluruh narasi kematian Vian Ruma menyimpan sebuah tabir yang kelam. Anak muda yang aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat khusus advokasi dan kampanye menolak bandang geothermal di Nagekeo ini meregang nyawa disaksikan pondok bambu yang bisu.

Kita menduga, pembunuh Vian Ruma meninggalkan banyak “jejak” yang menjadi amunisi pihak kepolisian untuk membuatnya jadi benderang. Profesioanalisme dan komitmen kemanusiaan aparat Polre Nagekeo mendapatkan ruang pengujiannya.

Berita Terkait

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)
Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Berita ini 1,308 kali dibaca
Redaksi: Ikuti terus "ORING" setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Jadikan Pulau Kelor Spot Unggulan Manggarai Barat

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:51 WITA