Oleh: Steph Tupeng Witin
RUDOLFUS Oktavianus Ruma. Biasa disapah Vian Ruma. Sehar-harinya dia adalah seorang guru Matematika di SMPN 1 Nangaroro, Kabupaten Nagekeo. Tubuhnya sudah membusuk ketika ditemukan pada Jumat (5/9/2025).
Lokasi penemuan mayatnya di sebuah pondok di tengah kebun di kampung Wodo Mau, Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Barang-barang pribadinya: telepon genggang, tas, sepatu, sandal terletak di dekat tubuh korban. Sepeda motor jenis Honda CRF terparkir di luar pondok yang berada di tepi pantai itu (Tempo. Co 6/9/2025).
Fakta yang mencurigakan adalah saat ditemukan dalam posisi korban tergantung dengan seutas tali sepatu melilit lehernya, lutut masih menekuk dan telapak kaki menyentuh lantai pondok dari bambu.
Keluarga telah menguburkan tubuhnya di kampung halaman, di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Sabtu (6/9/2-25).
Kematian Vian Ruma menjadi tragedi besar bagi keluarga karena almarhum baru saja lulus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (P3K).
Keluarga mendesak pihak kepolisian agar membuka tabir kematian Vian Ruma. Fakta kematiannya sangat janggal dan mencurigakan. Tali yang melilit leher korban adalah tali sepatu. Sekuat berapa tali sepatu aktivis tolak geothermal ini? Posisi kaki korban menyentuh lantai.
Mungin itu akal licik pembunuh agar tali sepatu tidak putus. Keluarga juga menemukan fakta ada bercak darah yang menguatkan dugaan dan kecurigaan bahwa korban diduga mengalami kekerasan (Kompas.id 7/9/2025).
Seluruh narasi kematian Vian Ruma menyimpan sebuah tabir yang kelam. Anak muda yang aktif dalam kehidupan Gereja dan masyarakat khusus advokasi dan kampanye menolak bandang geothermal di Nagekeo ini meregang nyawa disaksikan pondok bambu yang bisu.
Kita menduga, pembunuh Vian Ruma meninggalkan banyak “jejak” yang menjadi amunisi pihak kepolisian untuk membuatnya jadi benderang. Profesioanalisme dan komitmen kemanusiaan aparat Polre Nagekeo mendapatkan ruang pengujiannya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










