Bupati Nagekeo Ajak Warga Patuh Terhadap Regulasi Karantina - FloresPos Net

Bupati Nagekeo Ajak Warga Patuh Terhadap Regulasi Karantina

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 18:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Bupati Nagekeo, Simplisius Donatus, mengajak warga patuh terhadap regulasi tentang karantina untuk mencegah hama atau penyakit yang menyerang ternak dan tumbuhan di daerah itu.

Bupati juga menekankan pentingnya sosialisasi regulasi perkarantinaan kepada masyarakat untuk  meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap regulasi demi menjaga kesehatan dan kesejahteraan bersama.

Hal tersebut juga telah ditegaskan  dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Demikian hal itu ditegaskan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dalam sosialisasi peraturan karantina dan peraturan daerah terkait lalu lalulintas ternak di wilayah Kabupaten Nagekeo, Selasa (27/5/2025) di aula Hotel Pepita Mbay.

Baca Juga :  Hari Pertama SPMB, Masih Ada  Keluhan Orangtua Sulit Mendaftar

Simplisius menjelaskan bahwa karantina bertujuan mencegah penyebaran Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama dan Penyakit Ikan Karantina serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.

Sistem informasi karantina yang terintegrasi juga membantu memastikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Bupati Nagekeo mengajak seluruh masyarakat dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan regulasi karantina hewan dan lalu lintas ternak di Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga :  Si Jago Merah Lalap Habis 1 Rumah di Ma'ubare, Tonggo-Nagekeo, Tidak Ada Korban Jiwa

Kepala Balai Karantina Hewan NTT, Simon Soli, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peraturan karantina dan peraturan daerah terkait lalu lintas ternak.

Kegiatan ini juga bertujuan mengendalikan pengawasan mobilitas keluar masuknya satwa liar, satwa langka, tumbuhan dan sumber daya genetik lainnya.

Simon menekankan bahwa untuk mengendalikan lalu lintas hewan ternak dan tumbuhan maka dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi terkait, pelaku usaha, dan media massa.*

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Willy Aran

Berita Terkait

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara
Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur
Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup
Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak
Misa Syukur Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro Jadi Perjumpaan Lintas Agama Diaspora Flores Timur Lembata
Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan
In Flores, BBKSDA NTT dan LNBM Perkuat Bisnis dan Jasa Wisata di Kawasan Konservasi Komodo
Tanggapi Keluhan Warga, Pemerintah Segera Revitalisasi RSUD dan Reformasi Manajemen
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:38 WITA

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:17 WITA

Wisata Flores–Batu Kelamin di Puncak Poco Ndeki, Destinasi Wisata Unik Manggarai Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:17 WITA

Bhayangkara Presisi Polres Ende Petik Kemenangan Kedua di Turnamen Voli Soekarno Cup

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:57 WITA

Momentum Hari Anak Nasional, Save the Children Indonesia Ajak Semua Pihak Berkolaborasi Melalui Festival Pahlawan Anak

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:16 WITA

Konservasi Bukan Penghambat Pembangunan, Tetapi Fondasi Bagi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Ngada Gelar Festival Komodo Riung di Desa Lengko Sambi Utara

Sabtu, 25 Jul 2026 - 19:38 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mewaspadai Jalan yang Berujung Air Mata

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:46 WITA