“Gula” Waduk Lambo diduga kuat menjadi daya tarik bagi “semut-semut” diaspora Nagekeo untuk kembali ke Nagekeo dengan berbagai cara untuk berebut rezeki di waduk. Ada yang menjadi kontraktor, ada yang menjadi pengacara, yang umumnya merugikan warga terdampak.
Ada yang berbekal Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Batuan Non-Logam, yang lazim disebut galian C, menjadi pemasok material ke Waduk Lambo. Mereka tanpa risih dan malu mengambil pasir di kebun warga setempat tanpa membayar sepeser pun kepada warga pemilik.
Diaspora Nagekeo yang kembali ke Nagekeo ini patut diduga menjadi bagian dari jaringan mafia. Kelompok mereka sangat kuat. Selain diduga mendapatkan backingan orang kuat di Jakarta, jaringan mafia ini terdiri atas oknum polisi, oknum pengacara, oknum wartawan, oknum pengusaha, oknum warga lokal yang didaulatkan menjadi tanah, dan oknum legislatif. Belakangan diketahui bahwa oknum diaspora pensiunan PNS DKI Jakarta juga diduga keras masuk dalam jaringan mafia dengan berbekal IUP Galian C.
Saat Presiden Jokowi mengunjungi Waduk Lambo, Sabtu, 5 Desember 2023, kemajuan pembangunan waduk kurang dari 50%. Sedangkan saat Wapres Gibran Rakabuming meninjau lokasi yang sama, Selasa, 6 Mei 2025, pembangunan fisik waduk mencapai 80,40%. Meski tinggal kurang dari 20%, penyelesaian waduk tidak berjalan mulus karena ulah jaringan mafia.
Konflik yang ditimbulkan jaringan mafia menyebabkan pembebasan lahan tersendat. Ketika keinginan mereka tidak terpenuhi, tuan tanah palsu membawa “pasukan” untuk menghentikan alat berat yang sedang beroperasi. Mereka, para mafia, sudah beroperasi sejak pembangunan waduk dimulai. Itu bisa terjadi karena mereka sudah mengantisipasi sejak pembangunan waduk masih dalam tahap studi kelayakan.
Wapres Gibran dalam sambutannya menginstruksikan aga pembangunan Waduk Lambo segera rampung karena manfaatnya sangat besar, mulai dari mendukung Irigasi Mbay, pengendalian banjir, hingga bahan baku air minum dan pembangkit listrik. Percepatan pembangunan waduk diperlukan agar manfaatnya segera dinikmati oleh masyarakat.
Wapres juga meminta kementerian/lembaga menuntaskan pembangunan Waduk Lambo agar segera menjadi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Proyek strategis ini harus disertai dengan penguatan kapasitas petani, peningkatan layanan publik, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” kata Wapres Gibran.










