Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Steph Tupeng Witin

Steph Tupeng Witin

Nama-nama yang dulu getol menenangkan warga kini muncul dalam pusaran dugaan jaringan mafia tanah dan makelar proyek. Mereka bukan lagi pembawa pesan pembangunan, tetapi perantara kepentingan gelap yang memperalat jargon PSN untuk menyingkirkan rakyat dari tanahnya sendiri.

Celakanya, ketika sebagian warga menolak, mereka dicap “antipembangunan”, seolah-olah mempertahankan hak ulayat adalah dosa terhadap negara. Padahal, justru di situlah akar dari bonum commune-kebaikan bersama yang sejati: keadilan sosial yang menghormati manusia, bukan meminggirkannya.

Kini, Waduk Lambo menjadi cermin yang memantulkan wajah moral bangsa. Apakah pembangunan kita masih berlandaskan keadilan dan kemanusiaan, ataukah telah dikendalikan oleh jaringan mafia yang berlindung di balik istilah “strategis nasional?” Ketika rakyat dibungkam dengan intimidasi, maka yang tenggelam bukan hanya sawah dan rumah, tetapi nurani manusia itu sendiri.

Actus humanus mengingatkan bahwa niat adalah inti dari moralitas. Bila niatnya jahat, sebaik apa pun wujudnya, perbuatan itu tetap salah. Bila niatnya tulus, sekecil apa pun, itu tetap bernilai luhur. Maka, siapa pun yang terlibat dalam proyek Waduk Lambo-pejabat, aparat, kontraktor, atau makelar-perlu bertanya pada dirinya sendiri:

Baca Juga :  Lembata Tanpa Maling (?)

Apakah saya benar-benar membangun untuk rakyat, atau sedang memperkaya diri dengan menenggelamkan penderitaan orang lain? Sebab pada akhirnya, waduk boleh selesai, air boleh mengalir, tetapi bila dibangun di atas air mata rakyat, maka proyek itu tidak lagi menjadi simbol kemajuan, melainkan monumen dosa publik.

Bersihkan Waduk dari Mafia

Polda NTT diduga gagal bersikap objektif dan independen. Laporan warga terkait teror dan kekerasan seputar dugaan mafia Lambo sering diabaikan, sementara kasus dugaan intimidasi terhadap warga penolak waduk tidak pernah diusut tuntas.

Propam yang diturunkan ke Nagekeo untuk menyelidiki kasus Tegu terkesan menjadi peneror. Paling tidak, penulis beberapa kali dihubungi untuk membuktikan kebenaran isi tulisan di media FloresPos.net. Sebuah permintaan-lebih tepat sebagai tekanan-yang sangat konyol dari aparat penegak hukum selevel Propam Polda NTT.

Baca Juga :  Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)

Penulis hendak dimintai klarifikasi dan diminta serahkan bukti? Secuil kekuasaan di tangan begitu membuat mereka memamerkan diri sebagai “penguasa” yang kehilangan kewarasan dan tidak tahu diri. Memangnya Anda siapa bagi saya? Bahkan dalam wawancara dengan warga berdampak, selalu diajukan pertanyaan-pertanyaan: apakah mengenal penulis? Apakah tahu nomor kontaknya? Propam ini tujuan apa turun ke Nagekeo? Mau cari-cari celah kesalahan penulis? Kenapa polisi selalu menekan warga terdampak hanya sekadar melindungi seorang Serfolus Tegu?

Propam Polda NTT sebenarnya tidak perlu bertanya banyak. Cukup saja tahu: kenapa Serfolus Tegu dan gerombolan mafia waduk Lambo sangat panik dan menyerang semua orang di media sosial memakai akun palsu dengan kasar ala mafia?

Gerombolan mafia Nagekeo itu menyembunyikan wajahnya yang aali dengan memakai akun palsu lalu bersahut-sahutan persis desahan kecoak melakukan deligitimasi kepada siapa saja yang mereka duga sebagai narasumber dalam investigasi.

Berita Terkait

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo
Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis
Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia
Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)
Polemik, Kronologi 14 Bidang Tanah dan Terempasnya Dus Wedo
Mempertanyakan Posisi Moral Pater Mill (Catatan Sekenanya Saja untuk Tulisan di Media Luar Jangkauan)
Rakyat Nagekeo Harus Tolak Bungkam (Dukungan untuk Suku Redu, Isa dan Gaja)
Ketika Mafia “Merampok” Rezeki Warga di Waduk Lambo
Berita ini 2,228 kali dibaca
REDAKSI: "ORING" hadir setiap Senin dan Kamis dalam sepekan. Hanya di Florespos.net

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 18:05 WITA

Pembangunan Waduk Lambo Tersandung Ulah Mafia (Catatan Kritis untuk Propam Polda NTT)

Kamis, 30 Oktober 2025 - 15:23 WITA

Mewaspadai Terjangan Mafia Nagekeo

Senin, 27 Oktober 2025 - 12:55 WITA

Jangan Lagi Mengkriminalisasi Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 13:18 WITA

Jangan Biarkan Nagekeo Jatuh ke Tangan Mafia

Senin, 20 Oktober 2025 - 09:55 WITA

Ketika Keadilan Dirampas Kekuatan Mafia Nagekeo (Menelusuri Lebih Dalam Terjangan Mafia Nagekeo)

Berita Terbaru

Ekonomi

Gubernur NTT Sebut NTT Mart Hadir Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 15 Des 2025 - 08:42 WITA

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA