“Pater Klaus tidak saja sebagai perintis tetapi juga sebagai donatur dalam perjalanan pengabdian TRUK-F. Jasa Pater Klaus sangat besar menggaet beberapa donatur di Jerman, termasuk keluarganya untuk membantu pendanaan bagi karya-karya TRUK-F hingga saat ini,” kata Suster Ika.
Selain peran sebagai donatur, lanjut Suster Ika, Pater Klaus juga sangat dekat dengan warga dampingan TRUK-F yang ditandai dengan kesediaannya untuk selalu mengunjungi para korban dan memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dan jangan melupakan campur tangan Tuhan.
“Pater Klaus selalu meluangkan waktunya untuk kepentingan TRUK-F, khususnya mengunjungi warga dampingan kami di Shelter Santa Monika,” kata Suster Ika.
Bagi warga Shelter Santa Monika TRUK-F, lanjut Suster Ika, sosok Pater Klaus adalah seorang gembala yang selalu mempunya hati dan selalu berkorban untuk membahagiakan warga panti.
Pater Klaus saat mengunjugi warga binaan kami selalu membawa kado makanan ringan seperti bombon, cokelat untuk warga dampingan kami.
Di mata anak-anak dampingan kami, sosok Pater Klaus juga dikenal sebagai Pastor Bombon dan Cokelat karena setiap hari selalu membawa aneka bombon dan coklat untuk warga dampingan kami, kenang Suster Ika.
Suster Ika mengakui kado bombon dan cokelat itu tak hanya diperuntukkan bagi warga Shelter Santa Monika, tetapi juga untuk karyawan, termasuk beberapa suster yang bekerja di TRUK.
“Setiap hari, warga TRUK-F, termasuk para karyawan dan suster selalu mendapatkan kado bombon dan cokelat dari Pater Klaus. Aksi kemanusiaan ini selalu dilakukannya setiap hari,” kata Suster Ika.
Perihal aksi kemanusiaan melalui pemberian kado bombon dan cokelat ini juga diakui oleh salah seorang warga Kewapante, Ibu Heny Hungan.
Ibu Heny mengakui bahwa warga sekitar pastoran Kewapante tempat di mana Pater Klaus tinggal, dan orang sakit yang menjalani perawatan di RS Santo Gabriel Kewapante selalu kebagian cokelat dan bombon dari Pater Klaus.
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya










