In Memoriam P. Klaus Naumann, SVD: Dari Pastor Bombon dan Cokelat hingga Donatur untuk Karya Kemanusiaan TRUK-F - FloresPos Net - Page 5

In Memoriam P. Klaus Naumann, SVD: Dari Pastor Bombon dan Cokelat hingga Donatur untuk Karya Kemanusiaan TRUK-F

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberangkatannya ke Jerman sesungguhnya adalah rencana rutinnya untuk cuti setiap 4-5 tahun. Namun beberapa saat sebelum keberangkatannya untuk cuti, Pater Klaus mengalami kecelakaan kendaraan.

Kecelakaan ini kemudian ditangani di Denpasar-Bali, namun kondisinya tidak juga optimal pulihnya karena Pater Klaus juga memiliki komplikasi problem diabetes dan pernah mengalami stroke. Karena itu bertepatan dengan keberangkatan ke Jerman untuk cuti, beliau sekalian mau berobat di tanah airnya di Jerman.

Baca Juga :  Keuskupan Maumere Gelar Komuni Serentak di 37 Paroki, Ini Alasannya

Rencana cutinya yang akan berlangsung sampai bulan Desember 2025 akhirnya berakhir dengan kepergiannya karena sakit komplikasi yang dideritanya.

Pater Klaus meninggal pada Kamis 24 Juli 2025 pukul 15.20 Waktu Jerman atau pukul 23.20 Waktu Indonesia Tengah.

Selama periode 1975-2025 atau 50 Tahun Pater Klaus berkarya di Indonesia. Namun Pater Klaus masih tetap memegang Paspor Republik Federal Jerman. Meskipun demikian, seluruh hidupnya diabdikan untuk orang Flores, untuk Gereja Katolik Flores dan Indonesia.

Baca Juga :  Provinsial SVD Ende Lantik RP. Dr. Yosef Keladu, SVD Jadi Rektor Seminari Tinggi Ledalero

Terima kasih banyak Pater Klaus sudah berjasa bagi kami umat di wilayah Manggarai dan Sikka. Kami mendoakan semoga Pater beristirahat dalam Damai Tuhan dan Terang Kekal menyinarimu.*

Penulis, adalah Jurnalis dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati, dan Mitra Kerja TRUK-F)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung
Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)
Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?
Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati
Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores
Lembah Colol Manggarai Timur: Surga Kopi Terbaik Kelas Dunia
Hampir Dua Tahun di Huntara, Pengungsi Lewotobi Menanam Harapan lewat Semangka
Gempa, Ketakutan, dan Misteri Sebuah Kepergian
Berita ini 496 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:28 WITA

Ketika LNBM In Flores Project Perkuat Jasa Wisata Berbasis Masyarakat di TWAL 17 Pulau Riung

Selasa, 22 September 2026 - 08:05 WITA

Sokar Watubala Cikal Bakal Yasbida, Dari Kegiatan Sosial Karitatif Menjadi Yayasan Formil (Kenangan 40 Tahun Yasbida St. Vinsensius, 24 September 2026)

Selasa, 15 September 2026 - 19:26 WITA

Sentra Peternakan Sapi di Flores Timur–Sudah Habiskan Rp 2 Miliar Lebih, Dirubah Jadi Sub Sentra, Pintu Masuk Tindak Pidana Korupsi?

Sabtu, 12 September 2026 - 20:10 WITA

Cerita Ketua RT Manchek Mbawu, Melayani Korban Gempa Flores dengan Sepenuh Hati

Kamis, 3 September 2026 - 14:07 WITA

Geliat Ekonomi Mulai Bersemi di Balik Reruntuhan Bangunan Warga Reok Pasca Gempa Tektonik Flores

Berita Terbaru