Keberangkatannya ke Jerman sesungguhnya adalah rencana rutinnya untuk cuti setiap 4-5 tahun. Namun beberapa saat sebelum keberangkatannya untuk cuti, Pater Klaus mengalami kecelakaan kendaraan.
Kecelakaan ini kemudian ditangani di Denpasar-Bali, namun kondisinya tidak juga optimal pulihnya karena Pater Klaus juga memiliki komplikasi problem diabetes dan pernah mengalami stroke. Karena itu bertepatan dengan keberangkatan ke Jerman untuk cuti, beliau sekalian mau berobat di tanah airnya di Jerman.
Rencana cutinya yang akan berlangsung sampai bulan Desember 2025 akhirnya berakhir dengan kepergiannya karena sakit komplikasi yang dideritanya.
Pater Klaus meninggal pada Kamis 24 Juli 2025 pukul 15.20 Waktu Jerman atau pukul 23.20 Waktu Indonesia Tengah.
Selama periode 1975-2025 atau 50 Tahun Pater Klaus berkarya di Indonesia. Namun Pater Klaus masih tetap memegang Paspor Republik Federal Jerman. Meskipun demikian, seluruh hidupnya diabdikan untuk orang Flores, untuk Gereja Katolik Flores dan Indonesia.
Terima kasih banyak Pater Klaus sudah berjasa bagi kami umat di wilayah Manggarai dan Sikka. Kami mendoakan semoga Pater beristirahat dalam Damai Tuhan dan Terang Kekal menyinarimu.*
Penulis, adalah Jurnalis dan Penulis Buku Karya Kemanusiaan Tidak Boleh Mati, dan Mitra Kerja TRUK-F)
Editor : Wentho Eliando










