Agrowisata Ngalor Kalo Manggarai Barat - FloresPos Net

Agrowisata Ngalor Kalo Manggarai Barat

- Jurnalis

Rabu, 20 Maret 2024 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Nama Ngalor Kalo di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) belakangan terus mengudara. Banyak turis melancong ke lokasi yang bagian dari Desa Siru, Kecamatan Lembor itu.

Hal tersebut terjadi karena Ngalor Kalo telah didesain menjadi tempat tujuan wisata baru di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlabelkan agrowisata/pertanian.

Konon, meski destinasi baru Ngalor Kalo belum didiresmi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, kunjungan masyarakat/wisatawan ke obyek wisata Ngalor Kalo justru terus meningkat.

Realitas ini mendorong Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayan (Parekrafbud) Manggarai Barat melakukan sosialisasi dan diskusi tentang Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) di Desa Siru, Selasa (19/3/2024).

Kepala Dinas Parekrafbud Mabar, Stefanus Jemsasfori, mengatakan kehadiran Fasmadewi untuk penguatan kapasitas sumber daya, dan penguatan tata kelolo pengembangan desa wisata.

Baca Juga :  Pembangunan PLUT Turekisa, Bupati Andreas Ingatkan Kerja Sesuai Aturan

Sehubungan dengan hal itu, Dinas Parekrafbud akan menempatkan seorang fasilitator di Desa Siru. Dia yang akan menggali potensi dan kearifan lokal masyakarakat desa untuk dikembangkan guna menunjang Agrowisata Ngalor Kalo.

Fasilitator bersangkutan akan bekerja di Siru selama kurang lebih 10 bulan. Dia yang akan menggali potensi desa wisata, bersama masyarakat, Pokdarwis dan Pemerintah Desa, Jelas Stefanus Jemsasfori.

Kepala Desa Siru, Sumardi, mengapresiasi langkah yang diambil Dinas Parekrafbud Mabar yang memilih Desa Siru sebagai satu diantara 2 Desa di Manggarai Barat untuk kegiatan Fasmadewi.

Baca Juga :  Darurat Kasus Perdagangan Orang, Simak Imbauan Kapolres Manggarai Timur

Agrowisata Ngalor Kalo adalah peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat Desa Siru.

“Pada satu sisi kehadirah Agrowisata Ngalor Kalo bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, namun disisi lain kami masih minim pengetahuan tentang pariwisatapariwisata, ” kata Kades Sumardi.

Dengan adanya program Fasmadewi, lanjut Kades Sumardi, pihaknya merasa terbantukan karena ada fasilitator yang membantu masyarakat desa, untuk menggali potensi yang ada di Desa.

Syamlan, Ketua Pokdarwis Desa Siru, siap membantu fasilitator untuk menggali potensi Desa, untuk memperkuat Agrowisata Ngalor Kalo.

Syamlan, berharap agar ke depan Agrowisata Ngalor Kalo dikelola oleh masyarakat lokal melalui Pokdarwis yang ada di desa. *

Penulis: Andre Durung I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere
Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan
Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI
Kolaborasi Weekend at Parapuar x PENTAS, Rayakan Senja dan Musik di Alam Terbuka
Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif
Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan
Penyidik Polres Ende Amankan Eks Pejabat Kemensos RI, Diduga Terlibat Korupsi Bantuan Kapal
Bantu Ibu Melahirkan di Kapal Fery, Bidan Muda di Sikka Terima Penghargaan
Berita ini 263 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:06 WITA

Ketua TP PKK Sikka Pesan Jaga Kelestarian Ekosistem Bawah Laut di Teluk Maumere

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:26 WITA

Melangkah Bersama, Pulihkan Bumi: Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Assumpta Nusantara 2026 Resmi Diluncurkan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:25 WITA

Bantuan PKH Dipotong, Anamaria Datangi Kantor Cabang dan Ini Jawaban BRI

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:43 WITA

Kafe Literasi Jadi Ruang Belajar dan Pusat Aktifitas Literasi yang Inklusif

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:02 WITA

Tim URC Burung Hantu Polres Ende Ungkap 7 Kasus Kejahatan

Berita Terbaru

Opini

Prabowo Menggantikan Kepala BGN: Solusi atau Kolusi?

Kamis, 4 Jun 2026 - 11:55 WITA

Opini

Hindayana dan Kurikulum Keteladanan

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:25 WITA