Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu - FloresPos Net - Page 3

Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rakyat di Kabupaten Belu terjebak dalam kepasifan intelektual yang masif ketika mereka dengan mudah menelan mentah-mentah 12 janji bombastis tersebut.

Mengapa publik tidak ada yang cerewet bertanya tentang dari mana sumber Dana Rp.1 Miliar per kelurahan itu akan dipangkas?

Mengapa komunitas ojek begitu mudah terhipnotis oleh janji SIM gratis tanpa memeriksa kewenangan hukum kepolisian yang bersifat terpusat?

Kedunguan elektoral semacam inilah yang menjadi karpet merah bagi para pencari kekuasaan untuk terus memperdagangkan harapan palsu di setiap musim pemilu.

Baca Juga :  Mutiara dari Syiar Maulid Nabi untuk Flores yang Terluka

Tragedi ini mengonfirmasi kebenaran diktum sapere aude dari Immanuel Kant yang mengutuk ketidakdewasaan intelektual manusia karena ketakutan mereka sendiri untuk berpikir mandiri.

Ketika masyarakat Belu abai melakukan skeptisisme terhadap janji penguasa, mereka sebenarnya sedang mengkhianati hak kedaulatan berpikir yang mereka miliki.

Publik lebih memilih diayun oleh dongeng pengantar tidur tentang kesejahteraan instan daripada berdiri tegak menguliti rasionalitas anggaran para calon pemimpin.

Baca Juga :  P o k i r

Absennya tradisi menguji argumen di tingkat akar rumput membuat ruang publik kita menjadi sangat berisik oleh sorak-sorai, namun sangat sunyi dari aktivitas berpikir.

Rakyat akhirnya menjadi korban dari kemalasan kognitifnya sendiri, terjebak di dalam labirin retorika yang mereka restui di bilik suara.

Kondisi psikologi massa yang rapuh dan mudah dikelabui ini dipelihara secara sistematis oleh kegagalan total pendidikan politik di daerah.

Berita Terkait

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA