Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu - FloresPos Net - Page 5

Menakar Ilusi 12 Program “Sahabat Sejati”: Ketika Janji Politik Menjadi Komoditas Kedunguan di Rai Belu

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kita layak mempertanyakan secara radikal, jangan-jangan program pro-pertanian lewat jaringan Tani Merdeka atau kenaikan insentif RT/RW juga akan mengalami nasib serupa: mandeg akibat benturan hukum atau defisit anggaran.

Kebijakan yang tidak terealisasi ini bukan sekadar masalah keterlambatan teknis birokrasi, melainkan cerminan dari sebuah kebohongan publik yang dilegalisasi melalui proses pemilu.

Daerah akhirnya tersandera dalam rezim infografis dan seremoni penandatanganan kesepahaman (MoU) yang riuh di media sosial namun lumpuh total saat diuji secara administrasi.

Ketidakmampuan Pemkab Belu mengeksekusi janji premium ini adalah bentuk penistaan terhadap harapan masyarakat ekonomi lemah yang benar-benar membutuhkan jaminan perlindungan.

Baca Juga :  Menjaga Masa Depan Melalui Peran Sosial Guru

Rakyat kecil yang mengalami kecelakaan kerja kini harus menanggung beban ganda: didera luka fisik sekaligus dikecewakan oleh jargon politik yang ternyata tidak laku di loket rumah sakit.

Jargon “Plus” yang dahulu dielu-elukan dari atas panggung kampanye, kini berubah wujud menjadi beban psikologis dan ketidakpastian hukum di tengah masyarakat.

Ini adalah konsekuensi logis ketika sebuah kebijakan daerah diramu oleh tim pemenangan yang minim pemahaman terhadap hierarki perundang-undangan yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Rabies dan Kebakaran Rumah

Kita sedang mempertontonkan sebuah dagelan politik di mana penguasa sibuk mencari pembenaran atas janji yang mereka buat sendiri tanpa kalkulasi matang.

Lantas, bagaimana kita harus menghentikan siklus pembodohan politik yang terus berulang dan menjebak masa depan pembangunan daerah ini?

Menjadi masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab untuk pembangunan Belu menuntut sebuah lompatan kesadaran dari status pemilih pasif menjadi warga negara aktif (active citizen).

Berita Terkait

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan
Tanah yang Menolak Dibungkam
Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik
Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)
Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan
Antara Panggung Sandiwara, Fenomena Ijazah, dan Filosofi Non Scholae Sed Vitae Discimus
Menutup Celah Calo dan Membuka Akses Kerja: Urgensi Kolaborasi Lintas Kecamatan dalam Sosialisasi dan Mini Job Fair Dinas Nakertrans Sikka
Pancasila sebagai ‘Kalimatun Sawa’ di Tengah Tantangan Zaman
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Langit Flores Mengabur: Masa Depan Lingkungan Dipertaruhkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:14 WITA

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:10 WITA

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:49 WITA

Menemukan Kembali Harapan Yang Hilang (Menelisik Praktik Judi Online dalam Perspektif Ajaran Sosial Gereja)

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:56 WITA

Menjaga Ruang Digital Tetap Bernas, Ketika Literasi Mengajak Kita Menebar Kebaikan Bukan Memadamkan Harapan

Berita Terbaru

Opini

Tanah yang Menolak Dibungkam

Kamis, 15 Okt 2026 - 14:14 WITA

Opini

Ketika Sekolah Tidak Lagi Memanusiakan Peserta Didik

Kamis, 15 Okt 2026 - 11:10 WITA