Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA - FloresPos Net - Page 3

Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi AI ini ganas. Ia tidak memburu nama perusahaan. Ia memburu pola. Misalnya, saat ada kapal tanker Venezuela mau beli bahan bakar di tengah laut? Tunggu dulu. AI mendeteksi pola transfer uangnya. Ternyata lewat Panama. Jika bukan lewat Panama maka mereka lewat Hong Kong. Saat terendus, sekali diklik dengan santai dari ruang ber-AC, semua terblokir secara otomatis. Kapal-kapal tanker itu menjadi bangkai besi terapung. Mesinnya hidup, tapi tak bisa bergerak.

Asuransi maritim dari London diputus otomatis. Biaya sandar pelabuhan ditolak. Logistik Venezuela dicekik sampai biru.Tanpa bensin, tank tidak jalan. Tanpa uang, jenderal tidak setia.

Maduro jatuh bukan karena kalah perang. Ia jatuh karena dompet-nya dimatikan dari jarak 4.000 kilometer. Dari Amerika.

Baca Juga :  Koperasi, Ketahanan Pangan, dan Martabat Sosial (Catatan Sosiologis atas Kunjungan Menko Pangan di Maumere)

Ini adalah perang gaya baru, canggih, santai, menang telak, tanpa perlu membunuh, tanpa bom, tanpa senjata. Menyakitkan. Ketakutan dunia dan terutama Indonesia itu bukan kecanggihan pesawatnya.

Tapi penumpangnya. Ada agen FBI. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Meduro itu sangat dingin. Amerika ingin menyampaikan kepada dunia bahwa ini bukan invasi militer karena akan berhadapan dengan PBB.

Mereka umumkan bahwa Nicolas Meduro itu tersangka Narkoba. Ini membuat kedaulatan Venezuela sebagai sebuah negara tidak berarti apa-apa dan bahkan jadi sampah. Batas negara dianggap tidak ada. Hukum Amerika berlaku di seluruh dunia. Ekstrateritorial.

Kalau mereka mau ambil orang di Jakarta, di Moskow, di Caracas, mereka pakai dalih “surat perintah penangkapan”. Perang menggunakan hukum sebagai senjata dengan balutan teknologi AI tingkat tinggi.

Baca Juga :  Solidaritas yang Terluka di Tengah Bencana Gempa Flores

Tembusnya penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Meduro membuat dunia terbelalak sekaligus pahit sesak di dada. Rusia misalnya, kapal induknya ada di Venezuela. Tempat parkir pesawat pembom nuklir Tu-160 canggih Blackjack ada di sana. Koq bisa tembus.

Dalam satu malam, aset itu hangus.

Rusia kehilangan pijakan strategisnya. Tanpa sempat menarik pelatuk. China juga sama. Utang Venezuela ke Beijing mungkin tak akan pernah kembali. Tidak heran jika China juga tersakiti dan patut diduga mereka akan membalasnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Nasionalisme saya dipastikan tidak pernah akan luntur. Namun setelah membaca berita Caracas ini rasanya getir, pahit, menakutkan. Indonesia ini negara kaya sumber daya alam (SDA).

Berita Terkait

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Berita ini 286 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA