Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA - FloresPos Net

Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arnoldus Dhae, S.Fil

SULIT untuk membayangkan jika seorang presiden di sebuah negara berdaulat seperti Venezuela ditangkap dengan begitu mudah, bukan oleh polisi atau tentaranya sendiri tetapi oleh kekuatan militer asing.

Pikiran saya ini mungkin terlalu kolot, picik, terlalu Indonesia minded, terlalu berpikir ala Indonesia. Sebagai jurnalis, saya sudah puluhan kali meliput kunjungan kerja Presiden RI mulai dari SBY, Jokowi hingga Prabowo Subianto.

Pasukan pengaman presiden (Paspampres) sangat ketat. Umumnya mereka tidak banyak bicara, matanya merah menyala, pandangan mata kesana kemari, senjata lengkap berlapis, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Di telinganya tertempel alat semacam airphone, di ujung tangannya ada kabel kabel dan sebagainya. Bahkan, sinyal handphone kita bisa hilang saat kita ada dalam acara di seputaran panggung presiden. Sangat canggih. Untuk pengamanan seorang presiden, saya secara pribadi akui sangat canggih, aksi protektif sangat cepat seperti kilat.

Baca Juga :  Geothermal Flores: Untuk Siapa?

Namun membaca, menyimak, berita soal penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Meduro bersama isterinya, dengan teknologi militer berbasis AI yang sangat canggih, menembus lapisan pengawal ketat. Secara keseluruhan, operasi invasi sangat cepat, hanya berlangsung 10-12 jam untuk menguasai seluruh kekuatan militer Venezuela.

Sementara untuk masuk ke ring terdalam markas Presiden Venezuela Nicolas Meduro hanya berlangsung 300 menit atau sekitar 5 jam. Ini adalah operasi militer berbasis AI yang sangat canggih dan gila.

Hanya dalam beberapa jam, langit Ibukota Caracas, Venezuela tidak sekadar gelap, tetapi dipenuhi oleh pesawat canggih militer Amerika Serikat baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Setelah di-tracking, dalam waktu 10 sampai 12 jam, langit Caracas terbang 150 pesawat di atas sana.

Baca Juga :  Pelindung Pers Katolik: Suara Kebenaran Santo Titus Brandsma

Mereka datang dari 20 pangkalan berbeda. Dari Florida. Dari Puerto Rico. Dari geladak kapal induk. Semuanya bertemu di satu titik koordinat. Di detik yang sama secara simultan.

Dan yang paling canggih lagi, ratusan pesawat itu tidak saling tabrak, tidak bisa terdeteksi oleh kecanggihan teknologi militer Venezuela. Sulit untuk dipikirkan secara akal sehat, dimana operasi militer Amerika Serikat ini seperti sihir, cepat kilat, simultan. Ini adalah sihir logistik tempur Amerika yang sangat canggih.

Saya mengajak kita orang Indonesia untuk berpikir lebih kritis, menganalisa lebih dalam dan tajam. Indonesia wajib tahu ini semua, wajib tahu betapa mengerikannya dunia tempat kita hidup sekarang.

Berita Terkait

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Berita ini 286 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA