Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA - FloresPos Net - Page 2

Penangkapan Presiden Venezuela Hanya dalam 5 Jam dan Ancaman bagi Indonesia yang Kaya SDA

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari sekian banyak referensi, saya akhirnya menyimpulkan bahwa yang terjadi di langit Ceracas detik-detik penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Meduro adalah sebuah formasi orkestrasi hantu langit produk militer Amerika berbasis teknologi AI tingkat tinggi. Ini adalah mahakarya militer dunia dengan teknik tinggi.

Silahkan cermati secara teliti. Di lapisan paling atas, ada E-3 Sentry. Pesawat radar piringan jamur itu. Ia jadi dirigen. Mengatur lalu lintas tempur agar tidak kacau. Di bawahnya, ada F-35 Lightning II. Perhatikan detail ini. F-35 tidak menembakkan satu peluru pun.

Tugasnya cuma satu yakni menjadi “pengendus”. Sensor fusion-nya menyedot semua sinyal elektronik dari daratan Venezuela. Sampai disini saya baru paham walau dalam skala kecil, saat dimana saya meliput kegiatan atau kunjungan presiden, sinyal handphone kosong atau hilang.

Baca Juga :  Pentingnya Menulis Bagi Guru dalam Mengembangkan Kompetensi Mendidik Individu Berkualitas

Begitu radar S-300 buatan Rusia milik Venezuela menyala, F-35 mengirim data ke belakang. Di sana sudah menunggu EA-18G Growler. Pesawat perang elektronika.

Boom! Bukan bom yang dijatuhkan. Tapi sinyal jamming bertenaga tinggi. Layar radar di Caracas tidak meledak. Hanya memutih. Buta total. Operator radar Venezuela cuma bisa bengong melihat semut di layar monitor. Seperti televisi di kampung ketika tiang antene jatuh.

Saat buta itulah, tamu utamanya masuk.

Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160. Julukannya Night Stalkers.

Mereka membawa helikopter MH-47 Chinook. Terbangnya sinting. Hanya 30 meter di atas ombak Laut Karibia. Memanfaatkan sea clutter (gangguan ombak) untuk sembunyi dari sisa-sisa radar. Mereka mendarat di jantung kota. Delta Force turun. FBI turun. Hanya butuh waktu 5 jam.

Baca Juga :  Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo

Nicolas Meduro diambil dengan sangat gampang. Setelah tembus lapisan inti, Presiden Nicolás Maduro diangkut ke kapal induk USS Iwo Jima. Saya membayangkan moment ini seperti paket kilat JNE.

Ini adalah serangan militer Amerika berbasis teknologi AI tingkat tinggi. Apa ancaman buat Indonesia. Coba disimak baik-baik. Setelah ditelusuri, ternyata pasukan elit Amerika itu ternyata hanya tugas terakhir sebagai penyapu sampah. Sementara pembunuh aslinya tidak memegang senapan. Ia duduk manis di dalam kabel optik bawah laut.

Bagaimana hal ini bisa dibuktikan? Ternyata sudah sebulan sebelumnya, Amerika diam-diam menyebar senjata baru berteknologi tinggi yakni AI Finansial. Dulu, sanksi ekonomi itu manual. Orang mengecek dokumen satu-satu. Sekarang? Algoritma yang bekerja.

Berita Terkait

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain
Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores
‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot
Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan
Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing
Bersyukur di Tengah Bencana: Menemukan ‘Rumah Sejati’ dan Pengharapan Pasca Gempa Flores
Transportasi Publik sebagai Jaring Pengaman Ekonomi Kawasan Selatan Subosukawonosraten
Dari Tenda Tidur ke Tenda Belajar
Berita ini 286 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:23 WITA

Kepemimpinan dalam Formasi Imamat: Membentuk Diri melalui Tanggung Jawab atas Yang Lain

Selasa, 15 September 2026 - 12:44 WITA

Guru sebagai Agen Pemulihan: Membangun Komunitas Sekolah Tangguh Risiko Bencana Pasca Gempa Flores

Senin, 14 September 2026 - 14:58 WITA

‘Jeritan Sunyi’ di Tanah Lamaholot

Senin, 14 September 2026 - 11:02 WITA

Menjaga Urat Nadi Kepulauan: Dari Angkutan Perintis hingga RUU Daerah Kepulauan

Minggu, 13 September 2026 - 21:30 WITA

Mencari Wajah Tuhan di Antara Puing

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Sampah Manggarai Barat Rp. 2,5 Miliar

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:47 WITA