Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo - FloresPos Net - Page 2

Netral dan Independen Media dalam Membaca Kasus Waduk Lambo

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 08:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa yang dituangkan? Jawabannya, yang dituangkan itu ide, gagasan, fakta, data, kata, kalimat dalam bentuk berita. Air tak punya sikap, ia hanya mengikuti arah bejana, wadah yang menampungnya.

Sementara independen itu ibarat api. Ia punya arah, punya panas, punya kehendak, membakar, menyala, menjadi terang benderang. Ia tak bisa dijadikan biru hanya karena kita ingin biru.

Api membakar sesuai kodratnya, menegaskan keberadaannya dengan prinsip yang tak bisa ditawar dimana ia menyala karena ada tujuan. Media era teknologi informasi memang sarat dengan kepentingan.

Dalam kehidupan sosial dan politik, paradoks antara netral dan independen sering disamarkan oleh retorika. Orang mengaku netral padahal sejatinya tunduk pada arus kuat kepentingan.

Baca Juga :  Dampak Korupsi Terhadap Kualitas Barang dan Jasa

Lihatlah media, misalnya. Media sejati tidaklah netral, tapi independen. Karena media bukan air, melainkan api yang menyala untuk menerangi dan kalau memungkinkan membakar habis sampai tuntas. Ia berpihak bukan pada manusia, bukan pada kelompok, tapi pada nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan.

Ketika negara berperang, media tak mungkin “netral”. Ia berpihak pada negaranya. Tidak ada film perang produksi Amerika yang menggambarkan Amerika kalah.

Bahkan dalam imajinasi layar lebar pun, keberpihakan itu menjadi bagian dari jati diri. Misalnya, janganlah kita berharap ada film Hollywood yang mengangkat tragedi Vietnam dengan bendera Amerika di pihak yang kalah.

Baca Juga :  Menakar Efektivitas Kurikulum Nasional

Itulah independensi, berpihak pada prinsip dan tujuan, bukan pada kepentingan yang membelokkan arah nurani.

Dalam dunia bisnis, hal yang sama berlaku. Pemilik perusahaan tak boleh netral ketika menentukan siapa yang akan memimpin perusahaannya. Jika ia netral, maka arah perusahaan bisa ditentukan oleh orang lain, bahkan mungkin bertolak belakang dengan tujuan pendirinya.

Bersikap independen berarti memilih dengan kesadaran dan tanggung jawab: siapa yang layak dipercaya untuk membawa kapal menuju pelabuhan yang diinginkan.

Berita Terkait

Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat
Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)
Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial
Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah
Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan
Merawat Tanah yang Merintih (Catatan Spiritual di Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Krisis sebagai Penggerak Transformasi
Republik Lapar, Pejabatnya Kenyang: Korupsi Sudah Jadi Lauk Wajib
Berita ini 533 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:55 WITA

Tahun Baru Islam Momentum Perbaikan diri Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:10 WITA

Panggung Global dan Pergeseran Kekuasaan (Catatan Singkat Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026)

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:18 WITA

Tiktok Bukan Dokter: Bahaya Self dari Media Sosial

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WITA

Pendidikan adalah Hak yang Tak Dapat Dinegosiasikan: Menggugat Kebijakan Pembangunan di Lingkungan Sekolah

Senin, 8 Juni 2026 - 09:46 WITA

Anatomi Kekuasaan yang Memecah Diri: Radikalitas Ekaristi dalam Filsafat Politik Kepemimpinan

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Kunjungi SDN Wolomoni Ende, Wapres RI Bawa Pulang Sejumlah PR

Kamis, 18 Jun 2026 - 17:47 WITA